' Warga Tuding Bencana Longsor Terjadi Akibat ada aktivitas Pembukaan lahan Di Permukaan Lahan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Warga Tuding Bencana Longsor Terjadi Akibat ada aktivitas Pembukaan lahan Di Permukaan Lahan

Warga Tuding Bencana Longsor Terjadi Akibat ada aktivitas Pembukaan lahan Di Permukaan Lahan

Written By lingkar jabar on Monday, April 1, 2013 | 2:48 PM



Subang (LJ) Warga Desa Cibeusi Kecamatan Ciater menuding bencana tebing longsor yang terjadi di wilayahnya pada Sabtu lalu (30/3) diakibatkan adanya aktivitas pembukaan lahan untuk pembuatan lahan parkir di bukit bagian atas tebing tersebut. Lahan yang sebagian besarnya berupa hutan itu
diketahui merupakan milik Perum Perhutani.
Ketua Karang Taruna Desa Cibeusi Kecamatan Ciater, Waliyudin mengatakan pembukaan lahan tersebut kabarnya bertujuan untuk membuat tempat parkir kendaraan yang menuju obyek wisata Curug Cibareubeuy.
“Dengan dibukanya lahan tentu akan banyak pepohonan yang ikut ditebang. Jelas ini akan berdampak pada terjadinya erosi yang berpotensi memicu tanah longsor seperti saat ini”, katanya, kemarin
(31/3).
Di musim penghujan ini, dia bersama warga setempat mengaku khawatir terjadi bencana susulan mengingat kondisi tanah di wilayahnya sangat labil dan rawan longsor.
“Kondisi geografi tanah di wilayah kami yang berbukit dan labil seperti di wilayah Cililin Kabupaten Bandung Barat membuat kami selalu was was, apalagi jika pembalakan hutan terus dilakukan”, ucapnya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terulangnya bencana longsor itu, dia berharap instansi terkait di Pemkab segera mengupayakan pembangunan tembok penahan tebing (TPT) yang dilengkapi bronjong di sepanjang dinding bukit tersebut.

“Selain itu kami juga meminta pihak terkait membatalkan rencana pembukaan lahan untuk pembuatan area parkir tersebut”, tandasnya.

Kepala Desa Cibeusi Kecamatan Ciater, Acub Andriana menduga tebing tersebut longsor akibat kondisi tanah yang labil setelah seharian diguyur hujan deras, terlebih di atasnya terdapat lahan gundul bekas
lapang voli dan bekas bangunan sekolah serta di bawahnya terdapat saluran irigasi yang memasok air ke lahan pertanian milik warga setempat. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, dia mendesak Pemkab
memperbaiki kondisi tebing, diantaranya dengan membuat kemiringan tebing menjadi lebih landai, berundak-undak dan dilengkapi tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 50 meter.

“Untuk memperbaiki kondisi tebing yang rawan longsor ini diperkirakan butuh anggaran hingga Rp. 500 juta. Kita harap Pemkab bisa segera merealisasikannya agar bencana serupa tidak terulang sehingga
keselamatan warga kami tidak terancam”, pungkasnya. (H.Ade )
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger