' Tujuh Penerima Bansos Hutbun 2012 Tidak Sesuai Juklak dan Juknis - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Tujuh Penerima Bansos Hutbun 2012 Tidak Sesuai Juklak dan Juknis

Tujuh Penerima Bansos Hutbun 2012 Tidak Sesuai Juklak dan Juknis

Written By lingkar jabar on Monday, April 15, 2013 | 10:49 AM





INDRAMAYU ( LJ) -  Penerima program bansos BLM-PPMBK 2012 melalui alokasi APBN tahun 2012 kemarin, diperuntukan bagi 23 Kelompok masyarakat di Kabupaten Indramayu dengan alokasi 1.5 Milyar lebih, Kini sudah bisa diidentifikasi keberadaanya,  walaupun praktek penggunaan bansos tersebut berdasarkan usulan RUKK masing masing kelompok, namun prakteknya terkesan kurang tepat tidak berdasarkan aturan yang ditentukan, peruntukan 70% penggunaan dana untuk konservasi lingkungan dan 30 % untuk pemberdayaan kelompok masyarakat hanya retorika belaka, pasalnya penggunaan anggaran bansos masing masing kelompok pada pos konservasi misalnya jumlah pengadaan bibit sangat bervariatif dari yang terkecil seribu bibit hingga tujuh ribu bibit jumlah yang ditanam kelompok, termasuk pemberdayaan kelompok dalam pentuk pengadaan hewan ternak dari 5 ekor kambing hingga 20 ekor kambing, bahkan ada juga untuk budi daya tambak,  hal itu patut dipertanyakan.

Dari tujuh kelompok hasil investigasi dilapangan, Khoeron,  Ketua Kelompok Panggang Desa Tanjakan Kecamatan Krangkeng saat dikunjungi  lingkar jabar  dikediamanya beberapa waktu lalu mengatakan bahwa pihaknya telah menanam pohon bakau sebanyak 10 ribu, dan budi daya bandeng dengan lahan kontrak sebanyak 15 ribu yang sudah dipanen satu bulan yang lalu. ” Kelompok kami memilih tanaman bakau karena sudah menjadi usulan dari dinas, jika ditanami pohon jati untuk wilayah pesisir tidak mungkin jadi, walaupun itu tidak sesuai aturan program,” akunya


Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Indramayu, Firman Muntako melalui Kabid Tarno didampingi tim pendamping lapangan Asep dalam pengakuannya kepada Lingkar Jabar beberapa waktu lalu mengatakan bahwa dirinya hanya pelaksana dilapangan secara teknis adapun hal hal yang menyangkut secara terang peruntukan bagi 23 kelompok penerima beberapa kelompok dinyatakan benar dan sisanya tidak diketahui karena bukan wilayah binaanya “ Kalau kelompok binaan saya benar mas, tapi yang lain saya tidak tau. “ terang Asep.

Menanggapi persoalan bansos ditubuh Dinas Hutbun Kabupaten Indramayu Ketua Komisi B DPRD Indramayu TH.Benny mengatakan bahwa pihaknya sangat memberikan apresiasi kepada Lingkar Jabar untuk terus mengungkap kebenaran dari kasus tersebut walaupun alokasi bantuan itu tidak melalui APBD Indramayu , sebagai wakil rakyat pihaknya konsisten agar persoalan bansos ini dapat terungkap siapa dibalik actor yang bermain. “ Silahkan aja mas ditelusuri lebih dalam tentang issue bansos hutbun ini, jika indikasi ada keterkaitan petinggi partai mungkin nanti kami akan mengundang kepala dinas hutbun tentang kebenaran informasi ini.” Ujarnya . 


Berdasarkan hasil investigasi dilapangan awak media Lingkar Jabar sudah dapat wawancara dengan beberapa kelompok penerima bantuan, terbukti dan nyata adanya pengakuan dari 7 kelompok penerima program tersebut, walaupun pada pelaksanaannya tidak sama dan berbeda dengan juklak dan juknis bansos, sementara lebih dari 5 kelompok hasil investigasi berdasarkan pengakuan Kuwu setempat penerima bansos diduga fiktif.

Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi lebih lanjut dugaan penyimpangan dan indikasi keterlibatan oknum hutbun Indramayu, fungsionaris partai dan bapedas jabar. (IHS/Tim Lingjab)


Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger