' Status Tanah Bangunan OPD Hingga Kini Milik Aset Desa Sindang - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Status Tanah Bangunan OPD Hingga Kini Milik Aset Desa Sindang

Status Tanah Bangunan OPD Hingga Kini Milik Aset Desa Sindang

Written By lingkar jabar on Saturday, April 20, 2013 | 10:23 AM




INDRAMAYU (LJ) – Keberadaan tanah aset Desa Sindang Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu Jawa Barat patut ditelusuran secara jelas, pasalnya kondisi tanah aset yang sekarang sudah dijadikan bangunan permanen OPD Pemkab Indramayu, hingga kini pihak pemdes belum menerima kejelasan tanah pengganti aset desa tersebut padahal dalam ketentuan Peraturan Daerah Kabupaten Indramayu nomor 17 tahun 2008 tentang Sumber Pendapatan dan kekayaan desa sudah jelas bahwa Sumber Pendapatan Desa yang telah dimiliki dan dikelola oleh Desa tidak dibenarkan diambil alih oleh Pemerintah atau PemerintaDaerah.

“ Sejak saya menjadi Kuwu Tanah asset Desa tersebut sudah berdiri beberapa bangunan untuk Dinas dan OPD, tapi status tanah tersebut tidak jelas sewa pakai atau tukar guling, jika sewa pakai nominalnya harus jelas, berapa per tahun hasil sewa asset tersebut, termasuk jika memang tanah itu memang sudah dilakukan pelepasan hak untuk pemkab tetapi penggantinya dimana.” Ungkap Kuwu Sindang H. Raga Kepada Lingkar Jabar, Kamis(18/4) kemarin di Kantornya
Dikatakan Raga dalam kondisi seperti ini pihaknya sudah membicarakan dengan BPD yang baru untuk membantu menelusuri persoalan ini, bahkan menurutnya saat dimulainya bangunan kantor OPD pernah ada papan nama dengan terang  bahwa tanah ini adalah milik pemkab yang disponsori oleh mantan kuwu namun kemudian tidak dapat dipertanggung jawabkan secara hokum karena dalam letter C Desa masih berstatus Aset Desa / Bengkok Desa Sindang, oleh karena itu pihaknya berharap  akan lebih jelas jika Pemkab Indramayu segera menetapkan asset desa yang sudah dalam penguasaan  OPD dengan  bangunan permanen   dari kantor  inspektorat daerah hingga kantor Dinkop UKM dan Perindag beralih status desa dari desa Sindang  menjadi kelurahan  Sindang akan lebih  efektif.

“ Dipenghujung masa jabatan saya sebagai Kuwu Sindang, sangat berharap cita cita untuk menjadi kelurahan bisa terwujud,  jika memang persoalan ini belum ada titik temu, padahal usulan kelurahan itu sudah lama kami sampaikan bahkan sudah dianalisa oleh beberapa pakat tentang kelayakan Desa Sindang menjadi Kelurahan.” Ujarnya.

Terpisah  Kabag Otdes Setda Indramayu D. Darpadi melalui Kasubag Aset Desa dan Kelurahan Heri Mukti menjelaskan bahwa  jumlah asset desa Sindang saat ini berjumlah 42.991 Ha, namun pihaknya tidak mengetahui secara jelas apakah asset tersebut yang  saat ini telah dibangun kantor dinas dan OPD adalah sidah diberikan ganti rugi.

“ Masalah tanah pengganti bengkok desa Sindang itu sebaiknya konfirmasi saja ke DPPKAD melalui Pak Bambang, kami hanya bisa membantu jumlah asset yang dimilki desa Sindang sesuai data dan laporan yang kami terima.” Paparnya.

Sementara itu Kepala DPPKAD Indramayu Drs. H. Rinto Waluyo, M.Si  hingga berita ini diturunkan belum dapat dimintai tanggapanya terkait persoalan tanah pengganti asset tersebut. ( IHS)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger