' PELAKSANAAN LELANG LAHAN EKS PANGONAN TERSELUBUNG PERANGKAT DESA CUMA TERIMA FEE - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » PELAKSANAAN LELANG LAHAN EKS PANGONAN TERSELUBUNG PERANGKAT DESA CUMA TERIMA FEE

PELAKSANAAN LELANG LAHAN EKS PANGONAN TERSELUBUNG PERANGKAT DESA CUMA TERIMA FEE

Written By lingkar jabar on Thursday, April 4, 2013 | 12:12 PM



INDRAMAYU (LJ), Pelaksanaan lelang lahan Eks Pangonan yang seyogyanya digelar secara terang-terangan melalui sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat  ternyata untuk lelang musim tanam (MT) 2014, yang dilaksanakan sekitar tanggal 19 Maret tahun ini terkesan sembunyi-sembunyi.
Seperti yang diberitakan LJ edisi 1 April, lelang tersebut digelar di salah satu rumah makan di jalur pantura wilayah Barat Indramayu, tanpa dilakukan pemberitahuan kepada masyarakat desa setempat secara menyeluruh.
Hal itu mengundang kecurigaan, yang pada akhirnya pelaksanaan lelang dianggap terselubung itu disinyalir akal-akalan Kuwu guna menarik keuntungan demi kepentingan kocek pribadi. Pasalnya menurut keterangan yang dihimpun LJ, mereka peserta lelang adalah dari kalangan keluarga Kuwu sendiri.
Meski dihadiri pihak Muspika dan perwakilan dari pihak Pemda Indramayu (Bag.Otdes)  serta sejumlah Anggota DPRD kabupaten Indramayu, mereka tidak mengetahui strategi yang dilakukan Kuwu desa Ilir, Seperti yang dikatakan Mismaka, Msi, Camat Kandanghaur, menurutnya lelang dianggap sah karena dihadiri oleh peserta   peserta lelang dan disaksikan oleh pihak Otdes dan anggota dewan, dan keputusan lelang tersebut dituangkan dalam berita acara, ujarnya.
Akan tetapi meski Camat mengatakan keputusan dianggap sah, sejumlah warga desa Ilir merasa geram dengan ulah Sahudim mereka merasa dicurangi oleh Kuwunya sendiri yang seolah mendapat dukungan dari Camat setempat. “Jangankan mengikuti lelang dikasitahupun tidak”, tandas Konang, kesal dengan ulah Kuwu, bahkan nenohon untuk menyewa garapanpun tidak ditanggapi, tandasnya.
Konang juga mengatakan, dengan keputusan lelang tahun ini untuk MT 2013/2014 yang konon katanya untuk luasan 80 bau atau sekitar 57 Ha dengan penetapan harga Rp.120 jt, adalah nilai yang sangat rendah dan itu merugikan desanya, karena fakta yang ada untuk lahan dimaksud dapat disewakan kepada penggarap dengan nilai minimal 6 jutaan per baunya.
Dengan begitu ada selisih angka yang sangat signifikan, antara hasil lelang yang nantinya akan dibagi hasil dengan Pemda dan desanya guna kepentingan pembangunan desa, berbeda jauh dengan hasil sewa garapan yang notabene untuk keuntungan pribadi pemenang lelang.
Apalagi yang memenangkan lelang tersebut adalah orang yang ditunjuk Kuwu dari kalangan keluarganya sendiri sebagai bentuk formalitas peserta lelang yang sebetulnya adalah kepentingan Kuwu Sahudi, jika hal itu tetap dipertahankan maka akan memicu management konflik didesanya, terang Konang mengakhiri pembicaraan, kepada LJ dikediamannya.
Sementara keterangan yang didapat dari sejumlah perangkat desa yakni para kaur, sebelumnya tidak mengetahui ada kegiatan pelaksanaan lelang hanya ketika Kuwu kembali dari salah satu rumah makan membagikan uang sebesar Rp. 200 ribuan yang konon katanya uang lelang pangonan, “ entah uang apa walnya kami juga ga ngerti cuma kami terima aja”, terang salah satu perangkat desa, karena yang berangkat bersama kuwu hanya kepala dusu (kasun) saja bersama salah seorang anggota BPD, paparnya.
Hingga berita ini diturunkan Kuwu Desa Ilir  masih belum bisa memberikan komentar walaupun  sudah beberapa kali mendatangi kantor desa ilir pihaknya terkesan menghindar.ROB/IHS

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger