' Legalkan Karoke, Raperda Usung Arena Bernyanyi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Legalkan Karoke, Raperda Usung Arena Bernyanyi

Legalkan Karoke, Raperda Usung Arena Bernyanyi

Written By lingkar jabar on Thursday, April 4, 2013 | 12:25 PM




 
BOGOR (LJ) Rapat Paripurna Laporan Kinerja Dan Pertangungjawaban (LKPJ) Bupati Bogor Tahun 2013 dan Penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) digelar hari ini, Kamis (4/4/2013).
Dalam rapat yang berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Bogor itu menetapkan sejumlah Raperda, salah satunya menyangkut usaha pariwisata yang sarat upaya melegalkan usaha karaoke di wilayah kabupaten Bogor.
Informasi yang beredar, Raperda tentang Pariwisata pada Bab VI Pasal 12 huruf g (6), yang mengatur tentang Usaha Pariwisata itu merupakan modus baru yang berusaha melegalkan usaha karaoke yang diperhalus dengan mengunakan kata "Arena Bernyanyi".
Sementara, di wilayah kabupaten Bogor masih ditemukan adanya hotel yang dilengkapi dengan fasilitas live musik maupun karaoke yang dapat disalahgunakan sebagai arena maksiat terselubung.
Tentu saja hal ini membuat banyak kalangan bertanya, apakah program nobat bisa dikelabui dengan Raperda Pariwisata yang akan mengusung kata "Arena Bernyanyi" itu. "Jangan - jangan penggunaan kata - kata dalam Raperda itu untuk mengelabui program Nobat-nya Bupati," imbuh Rahmat Gunawan Ketua Koalisi Rakyat Anti Maksiat (KARAM), Kamis (4/4/2013).
Padahal, lanjut Rahmat Gunawan, usaha karaoke dewasa ini identik dengan wanita - wanita antik hingga abg dan narkoba, termasuk minuman beralkohol yan telah jelas bertentanan dengan program unggulan Bupati Bogor sejak tahun 2009 lalu, yakni Nongol Babat (Nobat) yang anti praktik maksiat di Kabupaten Bogor.
Secara tegas KARAM menolak keras Raperda yang akan melegalkan arena maksiat tersebut. Namu, apabila Raperda itu dipaksakan dan disetujui itu sama artinya mengkhianati program Bupati Bogor Rahmat Yasin. "Kalau masih disetujui dewan artinya akan mencemarkan nama baik kabupaten Bogor, dan Rahmat Yasin harus bertanggung jawab atas Raperda itu yang jelas-jelas tidak membawa rahmat bagi kabupaten ini," tegas Rahmat Gunawan.
Seala bentuk kemaksiatan yang dibungkus rapih, tambahnya, tidak dibenarkan karena tidak sesuai dengan visi misi kabupaten Bogor yang berslogan Tegar Beriman, Teduh Segar Bersih dan Beriman serta bertentangan dengan Kabupaten Bogor Berbudaya Berdaya Menuju Sejahtera.
Hal senada dikatakan budayawan Bogor Raya Ace Sumanta yan turut peduli dengan kelangsungan kultur budaya dan norma adat istiadat dan agama ini. "Sistim perekonomian liberal terkadang tersembunyi dalam mengantarkan tujuan yang mencekik warga. Kami sangat menyesalkan adanya usulan itu dalam Raperda. Sebab, akan meluluhlantahkan kewibawaan Bumi Tegar Beriman," ketus Ace Sumanta, Presidium Aliansi Pemuda Islam (API) Jawa Barat, Kamis (4/4/2013).

Karena dalam hukum Islam, lanjut Ace, senantiasa menjunjung norma - norma kebaikan dalam kehidupan. Oleh karenanya, jenis hiburan malam dalam kemasan apapun sangat rentan dengan tindak pelanggaran norma - norma itu.
Sementara, Ketua Forum Peduli Lingkungan Kabupaten Bogor, Eddy K.S mempertanyakan tindak lanjut sidak DPRD Kabupaten Bogor pada 2011 lalu. "Persoalannya adalah hasil sidak itu bagaimana dan harus dijelaskan ke publik secara transparan. Kenyataannya mengapa rencana penutupan Hotel M One hanya menjadi isu saja," keluh Eddy K.S, Kamis (4/4/2013)
Bedasarkan catatan temuan hasil sidak komisi A DPRD Kabupaten Bogor, Jumat (13/5/2011) lalu, di Hotel M One menemukan fakta memilukan. Fasiltas tempat hiburan malam (THM) hotel yang berada di kampung Sukaraja, Bogor tersebut menyediakan wanita penghibur tidak kurang dari 52 orang dari berbagai daerah dan wilayah Bogor.
Sebagian dari mereka bahkan masih kanak-kanak (anak baru gede-ABG) antara usai 16 tahun. Sidak yang dilakukan bersama aparat gabungan dari Polisi militer (PM), Satpol PP, Badan Narkotika Kabupaten dan Kota (BNK) itu juga menemukan ketidakberesan izin yang dikantongi manajemen Hotel M One.
Salah satunya, penyimpangan izin mendirikan bangunan (IMB) yang justru tidak berbunyi Hotel m One bisa mengelola THM. Yang terjadi, Hotel M One menyediakan ruang-ruang Karaoke sampai 32 ruangan, ruang diskotik yang menamung 100 orang, fasilitas spa dan club yang menyediakan hiburan musik live. Secara keseluruhan, lahan yang tersedia untuk berbagai fasilitas THM itu mencapai 3000 meter persegi.
Dari temuan itu, sejumlah kejaggalan izin yang soft copinya dibawa Komisi A antara lain, munculnya izin keramaian yang dikeluarkan oleh Polsek Sukaraja tertanggal 11 Mei dan ditandatangani Kapolseknya Ipik Kusmana. Izin tersebut ditunjukan oleh pengelola Hotel M One, meski prinsipnya tidak bisa untuk izin THM di sebuah hotel.
Dalam dokumen lain, dewan juga mencurigai adanya rekayasa izin lingkungan, sebab tanda tangan warga yang tertera dalam pernyataan persetujuan tidak sama dengan tanda tangan di KTP. Kecurigaan itu semakin kuat, sebab pernyataan warga yang berfungsi sebagai izin lingkungan itu keluar pada tahun 2011 sedangkan Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) justru muncul tahun 2009.
Sebagai Hotel yang memiliki fasilitas terlengkap dan terbesar di Bogor, fasilitas kami menawarkan 27 Kamar Karaoke VIP dan 5 Kamar Karaoke Suite dibuat secara individual dengan berbagai tema yang dirancang untuk kenyamanan setiap pelanggan dan preferensi. Cukup fasilitas kelas satu bagi Anda untuk menikmati pesta dan acara-acara khusus dengan keluarga, teman dan kolega. (als)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger