' Kuwu Klaim Program Bansos BLM – PPMBK 2012 Tidak Tepat Sasaran - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Kuwu Klaim Program Bansos BLM – PPMBK 2012 Tidak Tepat Sasaran

Kuwu Klaim Program Bansos BLM – PPMBK 2012 Tidak Tepat Sasaran

Written By lingkar jabar on Thursday, April 11, 2013 | 1:13 PM




 INDRAMAYU (LJ) – Program Bansos BLM-PPMBK 2012 kemarin yang dianggarkan melalui alokasi APBN 2012 tersebut sudah diserap oleh 23 Kelompok di Kabupaten Indramayu sebesar Rp 1.150.000.000,- dimana masing masing kelompok mendapatkan alokasi dana sebesar 50 juta.
 Bantuan Bansos tersebut kemudian mendapatkan pengakuan dari beberapa Kuwu diwilayah Kabupaten Indramayu dengan berbagai penilaian tentang manfaat yang dirasa bagi masyarakat diwilayahnya.
 Berdasarkan investigasi dilapangan Awak HU. Lingkar Jabar menemukan pengakuan dari beberapa Kuwu yang mendapatkan program bansos tersebut.

Kuwu Pamayahan Abdul Halim saat ditemui Lingkar Jabar dirumahnya membenarkan jika nama A. Malik yang juga sebagai kepala dusun mendapatkan program bantuan tersebut, namun secara detail mempersilahkan awak Lingkar Jabar untuk langsung investigasi dilapangan. “ Silahkan langsung saja ke rumahnya dan cek didilapangan, saya tidak begitu faham dengan persoalan itu, karena bantuan tersebut bkan usulan yang ditandatangani saya.” Ujarnya.

Sementara itu Abdul malik ketua kelompok Cimanuk Lestari saat diwawancarai Lingkar Jabar ,Selasa(8/4)kemarin dikediamanya mengatakan bahwa benar pihaknya telah menerima bansos sebesar 50 juta yang langsung masuk melalui rekening kelompok dengan peruntukan pembelian pohon jati 1700,  pohon jabon dan pohon pete 1300 bibit dan pembelian kambing 17 ekor dengan harga 700 ribu per ekor “ Kelompok kami berjumlah 17 orang dan semua sudah menerima bantuan bibit tersebut, namun untuk ternak kambing secara kolektif dikumpulkan dalam satu kandang serta pengolahan bersama ditempat ini, kalau kelompok saya bener bener dilaksanakan tapi memang dikelompok lain banyak yang asal asalan dan fiktif seperti kelompok Ragil Pangestu itu tidak jelas.” ungkapnyaaa


Terpisah Kuwu Langut H. Juju Juberudin saat dihubungi Lingkar Jabar, Selasa(8/4)kemarin mengatakan terkait pendistribusian bansos tersebut khususnya desa langut sangat mungkin tetapi pengaplikasian dilapangan tidak tepat sasaran dan tidak adanya transparansi, apalagi kepemimpinan saya mulai sejak februari 2012 ini dan pencairan bansos itu persis bulan mei, disebabkan karena bukan pemerintahannya maka mungkin tidak penting hal itu mesti diketahui.

“ Aplikasi dilapangan tidak tepat sasara dan saya setuju kepada media lingkar jabar,  sebagai kontrol sosial jika program bansos ini harus ditelusuri.karena saya juga baru mendengar sebagai Kuwu Langut jika masyarakat kami ada program tersebut. “


Terkait penerima bansos tersebut pihaknya sangat menyayangkan data yang dimiliki Hutbun tentang nama kelompok yang tidak sesuai dengan data yang dimiliki oleh BPP Kecamatan Lohbener dimana nama yang tercantum  mekar tani dalam program bansos tersebut tidak ada dalam struktur gapoktan di desa langut. “ Didesa Langut ini tidak ada nama kelompok baik poktan maupun kelompok ternak dengan nama mekar tani itu tidak ada dan dibuktikan saat saya menguhubungi PPL maupun BPP Kecamatan Lohbener, karena secara legal formal yang terdaftar itu hanya 3 poktan dan satu Gapoktan, sementara jika menggunakan kelompok ternak seharusnya menggunakan nama kelompok ternak Godong Turi bukan Mekar Tani.” Pungkasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Indramayu, Firman Muntako. Membantah jika pelaksanaan Program Bantuan Langsung Masyarakat Pengembangan Perhutanan Masyarakat Berbasis Konservasi (BLM – PPMBK) tahun 2012 kemarin itu tidak sesuai ketentuan dan dugaan fiktif , bahkan Ia mengaku bahwa 23 kelompok penerima program bansos tersebut yang tersebar di Kabupaten Indramayu sudah berdasarkan fakta dilapangan dan tidak fiktif.

“ Dokumen laporannya sudah ada pada kami, dan program itu sudah berjalan bahkan 6 orang pendamping lapangan sudah menyampaikan laporan hasil penyerapan anggaran APBN melalui KPA Bapedas sesuai dengan ketentuan, sementara penerima di Kabupaten Indramayu  berjumlah 23 Kelompok dan itu tidak fiktif silahkan cek dilapangan.” Papar Firman kepada Lingkar Jabar, Jum’at(4/4/13) kemaring diruang Kerjanya. ***IHSAN/SHOLEH/AGS/JAN

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger