' IJAZAH PAKET B DAN C DITAHAN, RATUSAN WARGA BELAJAR PROTES DIDUGA, UNTUK DAPATKAN IJAZAH, WARGA BELAJAR HARUS NEBUS 300 RIBU - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » IJAZAH PAKET B DAN C DITAHAN, RATUSAN WARGA BELAJAR PROTES DIDUGA, UNTUK DAPATKAN IJAZAH, WARGA BELAJAR HARUS NEBUS 300 RIBU

IJAZAH PAKET B DAN C DITAHAN, RATUSAN WARGA BELAJAR PROTES DIDUGA, UNTUK DAPATKAN IJAZAH, WARGA BELAJAR HARUS NEBUS 300 RIBU

Written By lingkar jabar on Wednesday, April 3, 2013 | 11:48 AM



Subang, (LJ) Ratusan peserta (warga belajar) Kejar Paket B dan C di Kabupaten
Subang memprotes ijazah atau STTB (Surat Tanda Tamat Belajar) paketnya
belum juga dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Subang. Padahal
keberadaan ijazah tersebut sangat penting dan dibutuhkan oleh mereka
untuk keperluan melanjutkan jenjang pendidikan dan melamar pekerjaan.

Informasi yang dihimpun,”LINGKAR JABAR “ warga belajar Paket B dan C itu sudah
menyelesaikan ujian pada bulan Juni 2012 lalu, bahkan ada yang selesai
ujiannya sebelum bulan Juni tersebut, namun hingga kini ijazah
paketnya belum juga mereka terima. Padahal untuk mengikuti program
Kejar Paket B dan C itu, setiap warga belajar dikabarkan sudah
menyetor biaya pendidikan kepada Penyelenggara Paket yang besarnya
bervariasi antara Rp. 700 ribu hingga Rp. 1,5 juta. Kabarnya, untuk
bisa mendapatkan ijazah itu, setiap warga belajar diharuskan kembali
mengeluarkan biaya tebusan sebesar Rp. 250-300 ribu.

Seorang peserta Paket C yang menolak namanya dikorankan mengaku,
ijazah paketnya sudah 1 tahun lebih belum juga keluar. Padahal uang
untuk menebusnya sudah disetorkan sejak setahun yang lalu.

“Kami  berharap ijazahnya segera bisa kami terima, soalnya udah
menunggu 1 tahun, kok belum juga keterima. Kami sangat perlu ijazah
itu untuk meneruskan belajar ke perguruan tinggi”, keluhnya, kemarin
(2/4).

Dia juga mengatakan, para peserta yang mengikuti Paket B dan C di
lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama
(Kemenag) Subang juga belum keluar ijazah paketnya.

“Ijazah mereka ditahan oleh orang Kemenag, alasannya ijazah itu harus
ditebus ke Dinas Pendidikan Subang sebesar Rp. 300 ribu”, ucapnya lagi
seraya menyebut, jumlah peserta paket yang ijazahnya masih ditahan
mencapai ratusan orang.

“Diperkirakan ada sekitar 100 orang yang ijazah paketnya masih
ditahan, dan hingga kini belum keluar”, pungkasnya.

Menanggapi ini, Kabid Pendidikan Non Formal/Informal (PNFI) pada Dinas
Pendidikan Kabupaten Subang, Yatin membantah jika pihaknya telah
menahan ijazah Paket B dan C. Menurutnya, ijazah tersebut sudah
selesai ditandatangani oleh Kadisdik lama, yakni Asep Muslihat, dan
sudah dibagikan ke seluruh peserta didik (warga belajar) melalui
lembaga penyelenggara program paket atau PKBM (Pusat Kegiatan Belajar
Masyarakat) di masing-masing wilayah.

“Gak ada itu ijazah yang ditahan. Semuanya udah kita sebar, udah
dibagikan ke peserta. Untuk lebih jelas lagi, silahkan tanyakan ke
masing-masing lembaga penyelenggara program Paket”, ujar Yatin via
selulernya, kemarin (2/4).

Yatin juga membantah jika untuk mendapatkan ijazah tersebut, setiap
warga belajar atau peserta paket diharuskan mengeluarkan uang sebagai
tebusannya alias dipungli.

“Gak ada pungutan, apalagi uang tebusan untuk dapat ijazah tersebut.
Kami udah bagikan ijazahnya, silahkan saja ambil ke masing-masing
lembaga penyelenggara paket”, tandasnya.

Ini berbeda dengan pernyataan Yatin beberapa waktu lalu bahwa adanya
pungutan biaya yang harus dikeluarkan oleh warga belajar untuk
sejumlah kegiatan pendidikan termasuk diantaranya biaya penebusan
ijazah, merupakan hal yang lumrah.

“Penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan itu pasti membutuhkan
biaya, karena ada bimbingan belajar, operasional kegiatan belajar
mengajar dan administrasi lainnya yang harus dipersiapkan”, katanya
beberapa waktu lalu. (H.Ade )

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger