' GPI; Tolak Transaksional Mutasi Jabatan Pemkab Indramayu - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » GPI; Tolak Transaksional Mutasi Jabatan Pemkab Indramayu

GPI; Tolak Transaksional Mutasi Jabatan Pemkab Indramayu

Written By lingkar jabar on Thursday, April 11, 2013 | 1:12 PM




 INDRAMAYU (LJ)  - Usai acara pelantikan Direksi PDAM Tirta Dharma Ayu, beberapa pejabat yang hadir pada acara tersebut terjebak saat keluar pintu gerbang pendopo karena dihadang oleh demonstran yang tergabung  dalam Gerakan Perubahan Indramayu (GPI) mereka adalah  BEM AMIK, PBHBM, KAMMI, PKSPD, JW, LIRA, SBI-KASBI, Faceboker Group SDI dan PRP Massa aksi menggugat  dan menyuarakan tolak Rezim kekuasan Dinasty di Indramayu,  Adili dan proses hukum mantan Bupati Indramayu, Kembalikan hak-hak Rakyat atas korban ganti rugi tanah jalan pantura kiajaran dan Hapus mutasi Jabatan Transaksional SKPD Indramayu yang dinilai sudah merebak, Selasa (9/4/13).
Dalam orasinya, M. Solihin, S.Sos, Kordum Aksi GPI, mengatakan bahwa kebobrokan Pemda Indramayu tercermin dalam upaya  penyimpangan mendasar dan berakibat pada moralitas pejabat calon korupsi akibat adanya jual-beli jabatan saat mutasi dilakukan di lingkungan Pemda Indramayu hamper semua SKPD, sehingga para pejabat di lingkungan tersebut cenderung berperilaku koruptif dalam rangka memperkaya diri sendiri, di sisi lain pejabat mutasi berusaha untuk mengembalikan modal awal yang digunakan untuk membeli jabatan.
"Kita semua bukan musuh polisi, bukan musuh TNI dan bukan musuh Satpol PP tapi kita adalah musuh Dinasty Yance, mereka sudah bukan bupati kita kenapa ada dipendopo bahkan sebagai actor dan pengendali  jual-beli jabatan  saat mutasi  berlangsung sebagai mesin uang untuk tujuan-tujuan politik, termasuk juga mengkorupsi duit proyek yang salah satunya adalah proyek PLTU Sumuradem senilai 42 miliar yang hari ini kasusnya masih ditangani oleh Kejagung," kata Solihin.
Senada juga disampaikan Nasirudin yang mewakili KAMMI, dalam orasinya mengatakan bahwa Pemerintahan Indramayu saat ini belum ada kemajuan dan keberhasilan sama sekali terbukti Infrastruktur jalan yang baru saja dibangun tiga bulan kemudian sudah rusak, bagaimana bukti pengawasan pemkab terhadap persoalan itu hingga masalah infrastruktur itu terus berlangsung setip tahun dan anggran yang ditentukan dalam APBD tidak pernah berbeda dengan item dan angka yang hamper sama, hal itu  hanya kamuplase dan menipu rakyat, maka ini harus menjadi catatan semua pihak untuk bersama sama mencermati dan mengawasi  anggaran agar tidak mudah dikorupsi.” Kita jangan lengah dengan propaganda APBD yang mengatasnakan rakyat, semua itu bohong belaka, kemiskinan masih dirasakan dimana mana, kondisi infrastruktur yang rusak terus menerus bahkan yang tadi kita dengar dengan persoalan PDAM Indramayu adalah perusahaan sarang korupsi yang patut kita curigai.” papatnya  
Dalam Aksi tersebut sempat terjadi saling dorong dengan aparat keamanan , dimana demonstran berkehendak masuk menembus pagar untuk berorasi didepan pendopo bahkan hampir terjadi baku hantam, beruntung kordum dapat mengendalikan situasi dan pengunjukrasa kembali membubarkan diri dengan tertib hingga mereka akan datang kembali dengan massa yang besar pada 20 mei nanti.
Sementara  berdasarkan informasi yang berkembang sebelumnya , mutasi pejabat eselon dilingkungan pemkab semula  diprediksi saat itu, nampaknya telah diundur hingga 16  April lusa, akankah  aparat penegak hukum mampu mengungkap kasus transaksional mutasi jabatan  yang terjadi  selama ini sebagai mana dalam tuntutan poster pengunjuk rasa STOP TRANSAKSIONAL JABATAN PNS …..  SERET  WARDA SEBAGAI MAFIA/CALO JABATAN**( IHSAN)

Share this article :

2 komentar:

Mnahruirvan said...

berapa jumlah yg ikut aksi?

Mnahruirvan said...

Suarakan KEBENARAN, walau itu pahit sekalipun

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger