' GESIT Bawa Seni Tradisional Sunda Tampil di Filifina dan Malaysia - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » GESIT Bawa Seni Tradisional Sunda Tampil di Filifina dan Malaysia

GESIT Bawa Seni Tradisional Sunda Tampil di Filifina dan Malaysia

Written By lingkar jabar on Thursday, April 4, 2013 | 12:25 PM





Bandung (LJ)  Jawa Barat meliki ratusan kesenian tradisional, namun sangat disayangkan perhatian dan kepedulian pemerintah sangat kurang, sehingga sudah cukup banyak kesenian tradisonal Jawa Barat yang punah/ hilang dengan sendiri. 
   Sebagai orang Sunda tentunya terpanggil untuk melestarikan dan menghidupkan kembali kesenian tradisonal Sunda/ Jawa Barat.  Melalui wadah Gerakan Seni Tradisional  (GESIT)  dengan menghimpun beberapa tokoh  seniman , budayawan dan orang-orang yang peduli akan kesenian tradisional. Diharapkan kesenian tradisional Sunda dapat tetap hidup dan eksis.
    Demikian dikatakan Ketua GESIT Jabar Usdek Kania, S.Sos kepada wartawan saat ditemui di DPRD Jabar, Rabu (3/4/2013).
    Dikatakan, dibentuknya GESIT semata-mata karena rasa kepedulian para pelaku seniman dan budayawan tradisonal Jawa Barat untuk melestarikan kesenian tradisonal Sunda.  Maka pada bulan Pebruari 2006 lalu terbentuklah Gesit sebagai wadah bagi seniman tradisional Jawa Barat.
     Sejak Gesit terbentuk, sudah berapa kali melakukan event/ pertunjukan/ pegelaran  kesenian tradisional di berbagai tempat, seperti di Museum Sri Baduga, Taman Budaya Dago, Monumen Perjuangan Jabar, Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Gedung Kesenian Baranangsiang, Sasana Budaya Ganesha, Mall Paris Van Java, dan dibeberapa tempat lainnya.
    Bahkan pada tahun 2008 lalu di Monumen Perjuangan Jabar , Gesit berhasil memecahkan record MURI “ Dog-dog Terbanyak”.ujarnya.Gesit juga telah mengangkat dan mengenalkan kembali kesenian Bulung Bandung kesenian dari bamboo yang berbentuk orchestra.
   Di tahun 2012 lalu, Gesit mengadakan pegelaran pesanggiri calung se Jawa Barat, ternyata respon dari masyarakat yang menyaksikan  cukup antusias. Nah, barulah disini Pemprov Jabar memalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan memperikan respon positif dan apresiasinya kepada para seniman tradisonal.
    Lebih lanjut Usdek mengatakan, untuk lebih memperkenalkan kesenian tradisional Sunda, Gesit dan beberapa  Seniman, berhasil membawa pelaku tradisional sunda tampil di Negara Filipina dan Malaysia tahun 2012 lalu.  Dengan mengatas namakan   Restra”S ( Reneka Seni Tradional Sunda).
    Di dua Negara tersebut, Restra’S mampu membawa penonton kagum dan apresiasi penonton luar biasa.  Tapi anehnya, di negeri sendiri kesenian tradisional kurang mendapat perhatian, ujarnya.
Demi mengangkat kesenian tradisional, Gesit berupaya untuk selalu ambil bagian dalam beberapa event/ pegelaran kesenian, seperti, festival Gunung  Tangkuban Perahu III-2012 dan tahun 2013 ini Gesit diminta untuk menjadi Tim Pengarah Pegelaran Fastival Gunung Tangkuban Perahu III.
    Usdek mengakui, bahwa sampai saat ini para pelaku seni tradisonal  belum banyak tampil dan melakukan pegelaran, hal ini karena masih kurangnya fasilitas yang tersedia. Padahal, setiap pegelaran itu, secara tidak langsung mampu menarik wisatawan untuk menyaksikan pegeralan tersebut.
   Untuk itu, hendaknya pemerintah Provinsi,  Kabupaten dan Kota, dapat menyediakan sarana tempat pergelaran seni dan budaya tradisional. Sehingga, para pelaku seni  tradisional dapat tampil secara bergiliran. “Melalui pergelaran kesenian tradisional tetap hidup dan eksis, disisi lain tentunya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, baik local, nasional maupun mancanagera ke Jawa Barat”,
tuturnya.(fas)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger