' Diduga Menguasai Tanah Pangonan Kondisikan Peserta Dari Golongan dan Keluarga Sendiri - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Diduga Menguasai Tanah Pangonan Kondisikan Peserta Dari Golongan dan Keluarga Sendiri

Diduga Menguasai Tanah Pangonan Kondisikan Peserta Dari Golongan dan Keluarga Sendiri

Written By lingkar jabar on Monday, April 1, 2013 | 2:57 PM



INDRAMAYU (LJ), Lahan ek pangonan seluas 80 hektaran yang merupakan aset Desa Ilir Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jabar,  dengan mekanisme  bagi hasil antara Pemerintah Daerah dan desa setempat. Adapun pelaksanaan penggarapan lahan dimaksud diserahkan sepenunya kepada petani penggarap dengan prioritas petani penggarap desa yang bersangkutan dengan proses lelang garapan diikuti pemilik modal dari desa tersebut selain yang terlibat dalam kepanitiaan.
Akan tetapi yang terjadi di desa Ilir, proses lelang disinyalir tidak memenuhi prosedur yang sudah berjalan, yaitu dengan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat yang berkehendak menggarap tanah tersebut kemudian dilakukan system lelang secara terbuka .” Sebelum  lelang digelar, semestinya diadakan sosialisasi  terlebih dahulu namun kenyataannya sosialisasi yang dilakukan Kepala Desa (kades/kuwu) Ilir yang juga selaku panitia lelang, hanya dilakukan untuk kalangannya sendiri atau kelompok sendiri, inikan tidak benar.” terang   Konang panggilan akrab  salah satu warga desa Ilir.
Masih menurut Konang, pelaksanaan lelang yang dilakukan pihak panitia itu diketahui  Camat Kandanghaur, namun yang menajdi sorotan masyarakat hal itu dilaksanakan disalah satu rumah makan di pinggir jalur pantura Indramayu, sehingga menjadi pertanyaan masyarakat desa Ilir bahkan para perangkat desapun hanya sebagian yang mengetahui. “termasuk saya dan warga desa ilir lainnya yang secara finansial siap mengiknguti lelang, tidak diberitahui” tandasnya.
Lebih lanjut Konang mengatakan, dengan adanya mekanisme semacam itu, jelas bahwa Sahudi selaku Kuwu Ilir, akal-akalan dalam pelaksanaan lelang atas lahan teserebut bahkan informasi di dapat mereka (warga desa) yang hadir digelaran tersebut adalah bonekanya Kuwu, karena kuwu selaku panitia tidak diperbolehkan mengikuti lelang sehingga   menyuruh orang lain untuk mewakilinya yang pada akhirnya pemenang lelang itu adalah bonekanya.
“ dengan begitu kami menduga ada upaya Kuwu untuk menguasai lahan eks pangonan semakin kuat dan yang lebih ironis lagi pasca lelang ketika kami memohon untuk menggarap lahan tidak ditanggapi, yang konon rumornya pihak kuwu sudah menawarkan garapan kepada warga desa lain,”  imbuhnya.
Ditempat terpisah Mismaka, Camat Kandanghaur, ketika ditemui diruang kerjanya (Kamis, 28/3), mengatakan, benar lelang lahan eks pangonan desa Ilir sudah dilaksanakan disalah satu rumah makan di pantura dan itu tidak meyalahi prosedur karena dalam aturannya diperbolehkan, yaitu tempat lelang boleh dilakukan dimana  saja asalkan masih dalam satu wilayah kecamatan.
Dan luasan lahan yang dilelangkan adalah sekitar 50 hektaran dengan nilai lelang sebesar Rp.120 juta. Menyinggung tentang dugaan adanya boneka kuwu selaku peserta lelang, itu diluar sepengetahuannya dan keputusan lelang dianggap sah karena berberita acara, katanya. ROB/IHS.


Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger