' Akibat Tebing Longsor di Dua DesaTiga Rumah Warga Tertimbun Akses Jalan Tertutup. - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Akibat Tebing Longsor di Dua DesaTiga Rumah Warga Tertimbun Akses Jalan Tertutup.

Akibat Tebing Longsor di Dua DesaTiga Rumah Warga Tertimbun Akses Jalan Tertutup.

Written By lingkar jabar on Monday, April 1, 2013 | 2:47 PM




Subang (LJ) Ribuan warga di Desa Cibeusi Kecamatan Ciater terancam tidak bisa menjalankan
aktivitas perekonomiannya alias terisolir menyusul terjadinya bencana tebing
longsor yang menutup akses jalan menuju ke desa tersebut, kejadian Sabtu sore
(30/3) sekitar pukul 17.00 WIB. Informasi yang dihimpun,Lingkar jabar, sebelum terjadi
longsor, wilayah desa tersebut sempat diguyur hujan deras terus menerus selama
lebih dari 9 jam sejak Sabtu (30/3) pagi mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul
19.00 WIB petang. Diduga, tebing tersebut longsor karena kondisi tanah yang
labil pasca diguyur hujan deras.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu dan belum diketahui berapa kerugian materil akibat bencana tersebut. Pantauan, hingga minggu (31/3) siang, tumpukan tanah longsor tampak masih menggunung di
kiri-kanan pinggiran jalan.
Kepala Desa Cibeusi Kecamatan Ciater, Acub Andriana, mengungkapkan, sekurangnya ada 5 titik tebing yang runtuh (longsor) di sepanjang jalan menuju wilayah desanya, yakni 3 titik berada di RT.08 dan 2 titik di RT.06. Namun lokasi tebing longsor yang paling parah, sebut dia, berada di RT.08 terutama
tebing yang berada tepat di depan Tugu Selamat Datang di Desa Cibeusi.
“Disini tebing yang longsor mencapai panjang 70-80 meter dan tingginya diperkirakan sekitar 25-30 meter”, beber Acub.
Dia menuturkan, peristiwa longsor pertama terjadi di wilayah RT.08 pada Sabtu (30/3) sore sekitar pukul 17.00 WIB lalu diikuti oleh sejumlah longsor susulan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun bencana itu mengakibatkan 1 unit bangunan WC umum (pemandian umum) hancur tertimbun dan
akses jalan menuju desa kami praktis terputus lantaran badan jalan tertutup tanah longsoran. Bahkan tumpukan tanah longsor juga memutus saluran irigasi yang memasok air ke persawahan sepanjang 50 meter. Untuk membuka akses jalan, dia bersama warga setempat dan aparat pemerintah Desa Cibeusi bergotong royong mengangkut tumpukan tanah.
“Gara-gara badan jalan tertutup tanah, aktivitas warga sini khususnya mereka yang mau mengangkut komoditas palawija ke pasar-pasar di Subang sempat terhenti. Namun siang tadi (kemarin—red), tumpukan tanah yang menimbun jalan sudah berhasil kami singkirkan sehingga lalulintas warga kembali
normal.
“Kondisi tanah tebing di wilayah ini memang rawan longsor, apalagi di atasnya terdapat lahan gundul bekas lapang voli dan bangunan sekolah serta tidak dibangun tembok penahan tanah. Kami juga khawatir terjadi longsor susulan karena kondisi tanah yang labil.
Dia bersama warganya mengaku kesulitan menyingkirkan tanah longsor yang kini menumpuk di pinggiran kiri-kanan badan jalan tersebut.
Bahkan, hingga kini sebagian besar akses jalan menuju Kp. Peuntas Desa Cibeusi masih tertutup tanah sehingga belum bisa dilewati oleh mobil yang biasanya mengangkut hasil palawija milik warga.
“Untuk membersihkan gundukan tanah, kami butuh alat berat backhoe.
Sebab kalau dilakukan secara manual pakai alat seadanya semisal cangkul tentu membutuhkan waktu lebih dari seminggu. Sementara disini ada sekitar 2.900 orang warga yang aktivitas ekonominya bergantung kepada akses jalan ini. Kalau tidak dibersihkan secara total, aktivitas ekonomi warga kami bisa terganggu”, tandasnya.
Kepala UPTD Workshop Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Subang, Agung mengaku sudah mendapat laporan soal bencana longsor itu dan siang tadi (kemarin—red) telah menurunkan satu unit alat berat backhoe untuk menyingkirkan tumpukan tanah longsor tersebut.
“Mudah-mudahan sore nanti tumpukan tanah bisa segera kami bersihkan, sehingga kegiatan warga bisa kembali normal”,tutur Agung ketika hubungi lewat Telpon sesulernya.
Sementara itu, hujan deras yang mengguyur wilayah itu pada Sabtu (30/3) tersebut tidak hanya mengakibatkan longsor di wilayah Desa Cibeusi saja. Longsor juga terjadi di Desa Cibitung Kecamatan Ciater dan menimbun 3 rumah warga.
“Rumah warga yang tertimbun mengalami rusak sedang. Alhamdulilah gak ada korban jiwa. Di musim hujan ini kami terus menimbau masyarakat Subang agar tetap waspada dan selalu siaga menghadapi bencana”, ujar Kasi Bantuan Sosial Korban Bencana pada Dinas Sosial Kabupaten Subang, Tito
Purwanto via selulernya, kemarin .(H. Ade )

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger