' 150 Sumur Bor Disiapkan Distarkim Untuk Antisipasi Kemarau - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » 150 Sumur Bor Disiapkan Distarkim Untuk Antisipasi Kemarau

150 Sumur Bor Disiapkan Distarkim Untuk Antisipasi Kemarau

Written By lingkar jabar on Tuesday, April 2, 2013 | 4:06 PM

CIANJUR-LJ-Persiapan memasuki musim kemarau, Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Kabupaten Cianjur menyiapkan hampir 150 titik sumur bor yang tersebar di hampir seluruh wilayah. Hal itu dilakukan sebagai upaya antisipasi menghadapi musim kekeringan yang diprediksi terjadi saat ini.
Kepala Distarkim Kabupaten Cianjur, Yoni Raleda mengatakan, saat ini musim kemarau sudah diprediksi bakal terjadi. Karena itu, sudah harus dioptimalkan kembali sumur-sumur bor.
"Hingga saat ini kita memiliki sebanyak 150 sumur bor tersebar di seluruh wilayah di Kabupaten Cianjur untuk mengantisipasi setiap kali musim kekeringan. Kita akan optimalkan sumur bornya," kata Yoni kepada LINGKAR JABAR, Selasa (2/4).
Yoni menuturkan, sebetulnya pengelolaan sumur-sumur bor itu langsung dilakukan masyarakat. Pemkab Cianjur hanya menyediakan bangunannya. "Itu memang nantinya masyarakat sendiri yang mengelolanya," katanya.
Yoni tak menampik, untuk wilayah selatan sangat sulit membangun sumur bor. Penyebabnya, lantaran hampir semua wilayah di selatan sumber airnya minim.
"Misalnya kayak di Kecamatan Sindangbarang. Karena saat dibor airnya tak ada, maka kita manfaatkan aliran sungai setempat," ujarnya.
Sebelumnya, Camat Sindangbarang, E Ruskandar Fasya tak memungkiri, kondisi kemarau saat ini membuat hampir semua wilayah pertanian termasuk lahan sawah minim pasokan air. Penyebabnya, karena hampir sebagian besar lahan di wilayahnya merupakan sawah tadah hujan.
"Setiap memasuki musim kemarau, kondisinya memang minim pasokan air karena kita masih mengandalkan hujan. Di wilayah Sindangbarang itu tidak ada jaringan irigasi," kata Ruskadar.
Dia pun mengaku, akibat tak bisa mengolah lahan sawah, banyak sebagian petani memilih menjadi kuli serabutan. Tapi sifatnya hanya sementara, karena ketika turun hujan secara normal, petani mulai menggarap kembali lahan sawahnya. "Warga kami ada yang pilih bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.
Melihat kondisi lahan pertanian di wilayahnya, menurut Ruskandar, sudah semestinya diperlukan pembuatan sumur bor. Upaya itu dinilainya akan efektif sebagai antisipasi ketika musim kemarau tiba. "Karena itu perlu sinergitas antardinas juga, semisal Dinas Pertanian maupun Dinas Tata Ruang dan Permukiman untuk memikirkan membuat sumur bor," tandasnya. (rus)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger