' Terkait Urus Akta Kelahiran, Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Minta Lengkapi Persyaratan Sesuai Perundangan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Terkait Urus Akta Kelahiran, Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Minta Lengkapi Persyaratan Sesuai Perundangan

Terkait Urus Akta Kelahiran, Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Minta Lengkapi Persyaratan Sesuai Perundangan

Written By lingkar jabar on Monday, March 18, 2013 | 7:23 PM



CIANJUR (LJ) Kabid Catatan Sipil dan Kependudukan Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Kabupaten Cianjur, Ani Rufaedah, meminta kepada setiap warga yang mengurus akte kelahiran agar melengkapi persyaratan sesuai dengan perundangan. Pasalnya, selama ini pihaknya masih memberikan toleransi atau kebijakan kepada warga yang mengurus akte kelahiran. Hal tersebut dikatakannya kepada wartawan, Senin (18/3), di kantor Sekda Kabupaten Cianjur.
Kelengkapan persyaratan, menurut dia, bukan bermaksud mempersulit setiap warga yang membuat akte, tetapi adalah untuk tertib administrasi dan menghindari masalah kedepannya. “Kami hanya menegakkan aturan sesuai dengan perundang-undangan, tanpa bermaksud mempersulit,”kata Ani.
Dijelaskannya, menurut Perpres Nomor 25 Tahun 2008, pasal 52 ayat 1, persyaratan membuat akta kelahiran adalah, surat keterangan kelahiran dari dokter atau bidan atau penolong kelahiran, nama dan identitas saksi kelahiran, kartu keluarga orangtua, KTP orang tua, dan kutipan akta nikah atau akta perkawinan orangtua.
“Untuk mengurus akta kelahiran tidak susah, dan tidak dikenakan biaya sepeser pun alias gratis untuk anak yang umurnya di bawah 1 tahun,”ujarnya.
Diakuinya, selama ini banyak warga yang harus mengeluarkan uang yang jumlahnya bervariatif  hingga ratusan ribu rupiah, sehingga menguntungkan oknum dan merugikan pejabat. “Kalau bisa urus saja akta kelahiran melalui desa dan kecamatan, soalnya yang mengetahui catatan kelahiran adalah desa dan kecamatan, sehingga memudahkan dalam pencatatan kelahiran,”tutur dia.
Ditempat terpisah, Sandi (25) warga kampung Cikadu Desa Gasol Kecamatan Cugenang, kepada wartawan, Senin (18/3), mengaku kalau dia harus keluar uang sebesar Rp. 75 ribu untuk mendapatkan akta kelahiran anaknya yang baru lahir. “Waktu mengurus akta kelahiran melalui bidan, saya harus mengeluarkan biaya sebesar Rp. 75 ribu, ada juga tetangga saya harus mengeluarkan uang hingga Rp. 150 ribu hanya untuk mengurus akta kelahiran anaknya yang baru lahir,”kata sandi.
Hal yang sama dikatakan Sobandi (55) warga Sukanagara, dirinya mengaku tidak mengetahui kalau mengurus akta kelahiran tidak dikenakan biaya. “Saya tidak tahu kalau mengurs akta kelahiran anak yang dibawah satu tahun itu gratis, saya harap dinas terkait harus sering mensosialisasikannya kepada warga, terutama yang di Cianjur Selatan,”kata Sobandi penuh harap. (rus)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger