' Sidang Kasus Kampanye PNS Ditunda. - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Sidang Kasus Kampanye PNS Ditunda.

Sidang Kasus Kampanye PNS Ditunda.

Written By lingkar jabar on Tuesday, March 26, 2013 | 10:57 AM



INDRAMAYU(LJ) - Sidang dugaan PNS kampanye  saat pemilihan umum gubernur (pilgub) Jabar 2013 yang menyeret nama Ketua Panitia Pembentukan Provinsi Cirebon (P3C) dan saat acara dugaan itu bertindak sebagai Koordinator Pengawas (Korwas) Disdik Kab. Indramayu, Nana Sudiana, Jumat (22/3/2013), ditunda hingga Senin yang akan datang dengan agenda pemeriksaan saksi lanjutan.
Sidang yang diketuai Hakim Haryanta itu, dihadiri berbagai elemen masyarakat baik PNS seperti guru, panwaskab, panwascam, insan pers maupun masyarakat yang ingin melihat secara langsung jalannya persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IB Indramayu.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri menetapkan tersangka Nana Sudiana terbukti mengajak audiens untuk memilih pasangan calon nomor 2, Yance-Tatang. Nana dijerat dengan Pasal 116 juncto Pasal 80 UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, tersangka diancam hukuman enam bulan penjara atau denda Rp6 juta.

Sementara, beberapa pejabat seperti Kepala Dinas Pendidikan Indramayu sebagai penanggungjawab, Ketua PGRI Indramayu yang juga hadir di tempat kejadian, dan Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dinas Pendidikan Indramayu yang juga ikut menyampaikan pidato, lolos dari jeratan hukum pidana Pemilu.

"Iya, karena yang terbukti mengajak hanya satu orang. Yang lainnya tak memenuhi unsur pidana Pemilu, karena sifatnya bertanya. Kalau Pak Nana Sudiana kan jelas dia mengajak orang mencari 10 orang dari masing-masing peserta," jelas Ketua Panwaslu Indramayu, Syamsul Bahri Siregar usai bersaksi.

Ucok sapaan akrabnya menambahkan  kapasitas pihak panwas mengikuti proses sidang ini, hanya lembaga yang menindaklanjuti laporan yang diterima tentang dugaan melakukan kampanye beberapa bulan lalu di wilayah Losarang Kab.Indramayu dengan agenda Sosialisasi UN “Kami akan terus memantau proses persidangan ini, kita lihat saja Senin depan,” ujarnya
Menanggapi kasus pidana pemilu ini, aktifis dan penggiat hukum di Indramayu Sahali, SH. menegaskan bahwa " JPU dalam merumuskan dakwaan terhadap kasus pidana pemilu ini masih terkesan ragu-ragu, kenapa hanya pasal 116 ayat (4) Jo. pasal 80 UU No.32 tahun 2004 yang didakwakan terhadap Nana?".dengan bersemangat ketika diwawancari cuplik.com.
"kasus ini akan akan menjadi pintu masuk menuju penegakan hukum di Indramayu, sehingga PNS atau pejabat birokrasi lainnya akan jerah ketika melakukan tindakan yang tidak netral", tambah Sahali, SH.

Berdasarkan pemantauan Lingkar Jabar pada persidangan lanjutan akan diwarnai dukungan moril dari seluruh elemen masyarakat Indramayu yang tergabung dalam Presidium Perubahan Indramayu yang terdiri dari Aktifis mahasiswa, Politisi, Ormas, penggiat facebooker Suara Demokrasi Indramayu dan Fron Peduli Keadilan.***IHSAN

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger