' RADIO KORBAN AROGANSI PROYEK TV TEMAN - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » RADIO KORBAN AROGANSI PROYEK TV TEMAN

RADIO KORBAN AROGANSI PROYEK TV TEMAN

Written By lingkar jabar on Friday, March 8, 2013 | 11:32 AM

Akibat kelalaian membangun stasiun televisi Tegar Beriman (Teman) milik Pemkab Bogor berdampak kerugian besar terhadap penyiaran radio. Faktor alam di jadikan alasan robohnya tiang antenna. Padahal, kenyataan yang terjadi adalah stasiun televisi itu dipaksakan pembangunannya tanpa perhitungan yang benar.

"Jangan pernah lagi mempersalahkan cuaca atau faktor alam, itu sama hal nya melepas tanggung jawab dari kelalaian yang telah dilakukan. Buktinya, mereka membangun stasiun televisi tapi tidak bersamaan membangun tower tersendiri," kata Sabilillah, Pemerhati radio, Jum'at (8/3/2013).

Kerugian besar yang dialami Radio, lanjutnya, adalah terhentinya penyiaran radio dan berdampak langsung merugikan masyarakat pendengar radio yang tak bisa lagi mengakses informasi melalui radio kesayangan mereka yang sudah 20 tahun silam mengudara.

Menurutnya, dunia radio memiliki keunikan tersendiri dalam berkomunitas dan berkomunikasi yang biasa disebut dunia mainstream. Tentu saja dengan terhentinya siaran radio membuat banyak penggemarnya kecewa dan beralih ke kanal lagi.

Dia menuturkan keunggulan radio siaran yang dapat dinikmati di mana saja dan dalam berbagai aktivitas. Radio siaran mendapat julukan kekuatan kelima (Fifth Estate) setelah surat kabar karena dapat melakukan fungsi kontrol sosial seperti halnya surat kabar, disamping tentunya menjalankan keempat fungsi media lainnya (memberi informasi, menghibur, mendidik dan melakukan persuasi).

"Radio memiliki kekuatan daya langsung, daya tembus dan daya tarik tersendiri. Sebab, sifat radio yang imajinatif, auditori, akrab dan gaya yang khas dalam perbincangan menjadikan media elektronik ini unik dalam menyebarluaskan unformasi yang mudah dicerna khalayak luas," imbuhnya.

Kerugiannya bukan hanya materil, imbuh mantan produser ini, tapi lebih mendasar pada kerugian terputusnya informasi komunikasi antara masyarakat pendengar dengan Pemkab Bogor dan terjadi stagnansi kreatifitas kru dan penyiar selama berminggu - minggu terakhir ini.

Oknum di Diskominfo di tuding hanya melampiaskan libido cari muka dihadapan Bupati Bogor dengan cara menyodorkan program pembangunan stasiun televisi. Padahal secara teknis pembangunan stasiun televisi itu harus bersamaan dengan pembangunan tower dan mempersiapkn tenaga ahli di bidangnya.

"Lihat saja, perangkat radio dibiarkan usang, sementara perangkat televisi yang terbaru. Hampir semua penyiar radio digiring menjadi kru televisi. Intinya, radio terkesan di kesampingkan, mungkin karena anggarannya sangat kecil yang susah dikorupsi," ketus pria yang bergelut di dunia radio siaran sejak 1996 ini.

Dia sangat yakin bahwa Bupati telah salah menempatkan orang - orang di bidang yang berada dibawah naungan Diskominfo itu. "Inilah kesalahan fatal dalam menempatkan SDM yang bukan ahlinya dibidang broadcast maupun komunikasi informasi, kecuali hanya bisa plagiat menghamburkan APBD,"tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor h. Tb Luthfi syam bersikukuh bahwa robohnya tiang antenna radio lantaran cuaca buruk. Namun, dirinya mengakui adanya sejumlah perangkat antenna UHF televisi yang terpasang di tiang milik radio itu selama siaran percobaan TV milik Pemkab.

Dirinya juga menjelaskan bahwa pihak ketiga sudah bertanggung jawab dan segera mengganti kerusakan tanpa membebani APBD lagi. "Pihak ketiga sudah kita temui dan berjanji segera memperbaiki kerusakan. Disamping tahun ini, kita unya anggaran penguatan televisi sebesar Rp167 Juta, sebagiannya akan digunakan untuk membangun tower TV tersendiri jenis 4 kaki dengan ketinggian 50-60 meter di gedung Diskominfo yang baru," jelasnya. (*)










Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger