' Prospek Budidaya Tanaman Hias di Parompong - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Prospek Budidaya Tanaman Hias di Parompong

Prospek Budidaya Tanaman Hias di Parompong

Written By lingkar jabar on Sunday, March 3, 2013 | 10:52 AM



Kab. Bandung (LJ)  Beberapa areal pertanian yang ada di wilayah Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat cocok untuk mengembangkan jenis tanaman hias. Tanaman tersebut, dapat dijadikan komoditi baik ditingkat lokal maupun antar lokal, dimana permintaan konsumen akan pasokan bunga belumlah dapat terpenuhi, sehingga dilihat dari sisi ekonomi, merupakan agrobisnis yang sangat menjanjikan . Salah satu jenis tanaman hias yang cocok dibudidayakan yaitu jenis bunga beby (crison), selain dari sisi pemeliharaan yang sederhana dan tidak sulit, juga tidak begitu banyak memakan biaya.  Beberapa tanaman hias yang cocok ditanam di areal pertanian yang ada di Parongpong, selain tanaman beby(cryson) juga  bunga sedap malam, dan bunga mawar, namun biaya produksi untuk bunga mawar cukup lumayan, tetapi permintaan pasar akan bunga mawar cukup lumayan.
Toto Iskandar salah satu petani tanaman hias saat dikunjungi terlihat sedang mengolah lahan yang luasnya kurang lebih 500 tumbak (sekitar 7000 M2). Biaya produksi tanaman hias bunga beby (cryson) untuk seluas lahan 200 tumbak (sekitar 2800 M2) menghabiskan bibit sebanyak 130.000 tangkai dengan biaya pertangkai @Rp. 100,- dikalikan menjadi Rp. 13 juta, ditambah biaya pupuk, bangunan dan listrik kurang lebih Rp. 100 juta. Jadi total biaya produksi untuk bunga beby (cryson) sampai panen sejumlah Rp. 113 Juta. Tanaman hias jenis cryson dapat dipanen setelah 100 hari, dan selang satu hari tahun pertama panen, kemudian selang 7 hari panen di tahun yang kedua.
Menurut Toto biaya produksi cryson dan mawar perbandingannya 100:1500 artinya harga bibit cryson pertangkai @Rp. 100,- sedangkan harga bibit bunga mawar pertangkai @Rp. 1.500,-  Apabila dihitung jumlah seluruhnya untuk budidaya tanaman hias jenis mawar sampai panen, dengan luas lahan 2800 M2 yaitu memakan biaya kurang lebih Rp. 300 juta. 
Hasil penjualan yang dilakukan yaitu dengan sistem perkodi dan perikat, satu kodi yaitu sebanyak 20 tangkai dan satu ikat sebanyak 10 tangkai. Harga jual perkodi sebesar Rp. 20.000,- dan harga jual perikat sebesar Rp. 7.000,- “kami tidak kesulitan menjual hasil panen, karena di wilayah kami ada bandar yang menampung, dan banyak para pemesan baik dari Bandung maupun dari Jakarta datang langsung kelokasi” jelas Toto. “Selain hasil panen kami ada yang menampung, kami juga melayani pasokan bunga untuk merias pengantin, dekorasi, dan papan ucapan selamat.” tambahnya. (IMUL)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger