' Politisi, Ormas dan Aktifis Indramayu Satukan Tekad "Revolusi Atau Perubahan Total Indramayu " - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Politisi, Ormas dan Aktifis Indramayu Satukan Tekad "Revolusi Atau Perubahan Total Indramayu "

Politisi, Ormas dan Aktifis Indramayu Satukan Tekad "Revolusi Atau Perubahan Total Indramayu "

Written By lingkar jabar on Tuesday, March 19, 2013 | 9:56 AM




INDRAMAYU (LJ) -Puluhan politisi dan aktifis dari berbagai elemen masyarakat Indramayu yang terdiri dari Politisi PDI Perjuangan, Nasdem, Demokat, Hanura, PKS dan PKB bersatu padu dengan tokoh tokoh ormas dan aktifis serta masayarakat yang peduli untuk perubahan Indramayu kearah yang lebih baik, kehadiranya menyatukan tekad untuk melakukan gerakan perubahan  atas persoalan yang terjadi baik menyangkut urusan politik, pendidikan, ekonomi maupun pembangunan di kabupaten Indramayu, pasalnya dari paparan yang disampaikan beberapa tokoh penting di kota mangga sebut saja Iwan Hendrawan (Mantan Ketua DPRD) Ono Surono ( Politisi dan Ketua HNI Jabar), H.Uryanto Hadi ( Ormas Nasdem ), H. Abbas Asyafah ( Ketua DPC PKB), H. Juhadi Muhammad ( Ketua PC.NU) Urip Sucipto,SH ( Aktifis Dumay Suara Demokrasi Indramayu )Ali Sahali, SH ( Aktifis dan Praktisi Hukum) Ade Supriyatna, SH (Polirtisi Hanura) Agung Mardianto ( Politisi PKS )Hj. Naimah dan H. Eryani Sulam ( Politisi Nasdem) Ir. Kadiman ( Politisi Demokrat)H. Suharto ( Anggota DPRD Indramayu) Daryana ( ISNU Indramayu)Hadi Suroso ( Direktur AMIK Indramayu) dan beberapa perwakilan mahasiswa dan Pers, semua pemaparan dan pandangan umum merujuk kepada lemahnya pengawasan dan perhatian masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu hingga mengakibatkan Rezim dan Dinasti Yance bertahan sampai 13 tahun, Acara yang disponsori oleh Presidium Perubahan Indramayu yang diketuai Solihin Buapti LIRA itu mengambil thema "  Diskusi Panel Menuju Perubahan Indramayu 2014-2015 " berlangsung, Senin ( 18/3) di Cafe Fira Jl. Jendral Sudirman Indramayu.
Beberapa pandangan terhadap persoalan Pemerintahan Indramayu saat ini nampaknya tidak ada satupun yang hadir dan mengemukakan pendapatnya tentang kesuksesan  dan prestasi yang dicapai  oleh Visi Indramayu Remaja ." Adanya harapan perubahan harus diketahui dulu siapakah aktor perubahan itu, karena iklim politik di Indramayu melalui dinasti Yance menjadi persoalan besar, maka rezim Yance lebih parah daripada Orde Baru, yang terpenting adalah bagaimana implementasi dari perubahan ini bukan gerakan tokoh tapi gerakan seluruh masyarakat Indramayu." Ungkap Ono Surono politisi PDI. Perjuangan yang mewakili ormas Serikat Nelayan Indonesia. 

Senada juga disampaikan oleh Ir. Kadiman ( Politisi Demokrat ) dalam paparnya ia lebih memilih Revolusi dan triple power /gerakan massa dibandingkan loby politik yang terus dikibuli serta bagaimana upaya bersama untuk  merubah tatanan pemerintahan ini secara total melalui reformasi substantif  merubah secara total struktur dan sistem yang ada." Mari kita bentuk opini Indramayu Menggugat , 2. 300 konsetuen  dari 9 partai politik yang ada kita serukan untuk turun jalan selama 5 hari, bumingkan Rain centre dengan 15 milyar, Pembangunan Ilmu pengetahuan bojongsari 15 Milyar, Pembangunan pasar pasar desa  yang mubadzir, pasar ikan heugenis, Gedung DKI  35 Milyar  dan masih banyak lagi persoalan korupsi yang belum terungkap sepanjang 13 tahun itu,  maka triple power adalah harga mati." ungkapnya.

Berbeda disampaikan Iwan Hendrawan ( Mantan Ketua DPRD Indramayu) tentang pengalama dirinya saat masuk sistem pemerintahan mengatakan bahwa sepanjang perjalanan dan dinamika politik Indramayu semua informasi apapun cepat masuk ke pendopo, sehingga strategi apapun yang akan dilakukan oleh politisi sudah bisa ditanggulangi, belum lagi sistem dan aturan yang belum berpihak secara menyeluruh kepada kepentingan masyarakat maka upaya yang harus dilakukan adalah bagaimana sebagai politisi mampu menguasai instrumen pemilu bukan triple power.

Berbeda dengan Aktifis dan Praktisi Hukum Ali Sahali, SH yang begitu kenceng menyampaikan beberapa hal terkait persoalan di Kabupaten Indramayu diantaranya adalah harapan perubahan hanya sebagai wacana, penegakan hukum tidak pernah dilakukan, Rezim dinansti bukan kuat tetapi tidak ada yang berani termasuk keberadaan elit elit pilitik di DPRD Indramayu sehingga dari kelemahan itu berakibat kepada kondisi dan peradaban yang nista " Perubahan Indramayu adalah perubahan dasar bukan perubahan Indramayu yang asal ngomong, tidak ada yang berani mengatakan bahwa Yance dan dinasti adalah Korup termasuk elit politik di legislatif, dan kenyataanya saya belum percaya jika banyaknya partai di Indramayu ternyata hanya ada satu partai di Indramayu yaitu partai Golkar, maka saya katakan  jika kita berharap perubahan konsep ini bukan untuk kepentingan partai politik tertentu tapi kepentingan kita semua." Paparnya.

Sementara menanggapi hal itu Anggota DPRD Indramayu H. Suwarto dari Fraksi PKS  pihaknya mendukung adanya restorasi bagi tatanan pemerintahan di Kabupaten Indramayu menuju arah yang lebih baik. dan  diharapkan mampu memberikan informasi kepada seluruh masyarakat Indramayu tentang konsep dan agenda yang akan dilakukan oleh gerakan perubahan ini." Kita harus melangkah bersama kuatkan barisan dari semua elemen  elit poltik, aktifis , mahasiswa dan pers untuk melakukan langkah kongrit dalam merebut Indramayu dari penekanan, intimidasi dan politisasi birokrasi., sehingga diyakini dari sikap kita akan diahiri dengan Indramayu yang  baldatun toyyibatun warobbun ghafur." Paparnya dihadapan peserta.

Hingga dari berbagai ulasan dan paparan itulah peserta diskusi sepakat untuk melakukan sikap bersama " Revolusi atau Perubahan " yang nantinya akan dibahas lebih lanjut oleh Tim Kecil yang terdiri dari Politisi, Aktifis, Tokoh Masyarakat, Mahasiswa dan Jurnalis/Pers. **IHSAN
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger