' PN Indramayu Vonis PNS Nana Sudiana Bersalah - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » PN Indramayu Vonis PNS Nana Sudiana Bersalah

PN Indramayu Vonis PNS Nana Sudiana Bersalah

Written By lingkar jabar on Thursday, March 28, 2013 | 11:39 AM



INDRAMAYU (LJ) – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Indramayu yang dipimpin oleh Haryanto, SH.MH resmi menetapkan tersangka kasus pelanggaran pemilu Nana Sudiana, M.Pd  Kordinator Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu yang juga sebagai Ketua Umum Panitia Pembentukan Provinsi Cirebon(P3C), Nana dijerat dengan pasal 116 junto Pasal 80 Undang Undang 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, terbukti secara hukum, PNS melakukan tindak pidana pemilu dengan mengajak masyarakat Indramayu untuk memilih pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 2  Dr. H. Irianto MS Syafiuddin – DR. H. Tatang Farhanul Hakim, Mpd,  saat acara Sosialisasi UN diwilayah kecamatan Losarang pada masa kampanye pilgub 2013.
Terdakwa divonis hukuman 2 bulan penjara dan denda 3 juta rupiah dengan masa percobaan 4 bulan, putusan ini lebih rendah dari tuntan jaksa sebelumnya dengan dakwaan 4 bulan kurungan dan denda 5 juta rupiah.
“ Majlis Hakim dalam menjatuhkan putusan sudah mempertimbangkan secara yuridis dan etika, yang terpenting adalah terdakwa telah terbukti bersalah secara sah legitimide dan majlis hakim tidak mengabulkan pledoi/pembelaan kuasa hukum untuk dibebaskan dari jeratan hukum, jika pada masa percobaan 4 bulan setelah penetapan ini, terdakwa melakukan perbuatan pidana jenis pelanggaran apapun, maka akan dijebloskan ke penjara ditambah sanksi pidana tambahan.” Ungkap H. Muhammad Erma, SH.MH kepada Lingkar Jabar, (27/3)usai persidangan.
Manggapi vonis yang diputuskan Majlis Hakim Pengadilan Indramayu Direktur LBH Unwir Indramayu yang juga pegiat Facebooker Dumay Suara Demokrasi Indramayu  (SDI) H. Urip Sucipto,SH menilai bahwa Hakim, dalam menjatuhkan putusan telah memperimbangkan dan menganggap putusan yang dijatuhkan adalah sudah merupakan putusan yang paling adil dan hal ini menjadi sejarah baru bagi penerapan supremasi hukum di Indramayu terhadap PNS yang jelas jelas melakukan tindakan yang dapat merugikan dirinya sendiri serta menjadi efek jera. “ Jika pihak terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum menerima putusan itu atau tidak banding, berarti putusan tersebut dianggap telah memenuhi rasa keadilan bagi mereka. Paling tidak, itulah ukuran keadilan bagi terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum yang mewakili negara, mewakili masyarakat, karena penilaian masyarakat terhadap keadilan itu bersifat relatif, adil bagi yang satu, belum tentu adil bagi yang lain.” Ungkapnya saat dihubungi Lingkar Jabar.
Menanggapi hasil putusan hakim, terdakwa Nana Sudiana,Mpd menerima dan siap melaksanakan hasil putusan tersebut serta tidak mengajukan banding. Hal itu disampaikan dihadapan Pimpinan Majlis, JPU, Kuasa Hukum serta pengunjung saat dikursi pesakitan,  Bahkan pihaknya juga terus memberikan semangat kepada pendukung P3C untuk terus berjuang mengusung terwujudnya Propinsi Cirebon.” Putusan ini kaitanya dengan PNS di Indramayu,  tidak ada kaitanya dengan P3C  dan saya adalah korban politik, oleh karena itu saya masih tetap semangat untuk berjuang bersama teman teman Ciayumajakuning dalam mewujudkan terbentuknya Propinsi Cirebon.” Ungkapnya dihadapan massa P3C usai persidangan.***IHSAN


Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger