' Penertiban Gepeng Tidak Ada Tindaklanjut Dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Penertiban Gepeng Tidak Ada Tindaklanjut Dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Penertiban Gepeng Tidak Ada Tindaklanjut Dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Written By lingkar jabar on Saturday, March 9, 2013 | 9:36 AM



CIANJUR-LJ-Penertiban gelandangan dan pengemis (gepeng) atau anak-anak jalanan (anjal) sebagai masyarakat penyandang sosial yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Cianjur dianggap percuma. Pasalnya, tidak ada tindaklanjut dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi atas hasil penertiban tersebut.
Disinyalir, gepeng tak bisa diakomodasi di tempat penampungan lantaran di Kabupaten Cianjur sendiri belum memiliki panti-panti sosial. Akibatnya, gepeng maupun anjal akan kembali berkeliaran ke jalanan.
Kepala Bidang Penegakan Undang Undang Satpol PP Kabupaten Cianjur, Sulaeman Madna mengatakan, pihaknya pernah melakukan sweeping (penertiban) para masyarakat penyandang masalah sosial, seperti gepeng. Namun jika tidak ditindaklanjuti Dinas Sosial tentunya akan percuma dan menjadi masalah baru.
"Mestinya, upaya penertiban ditindaklanjuti Dinas Sosial supaya nantinya tidak jadi masalah baru," kata Sulaeman di ruang kerjanya, Jumat (8/3).
Dia tak menampik, hingga saat ini di Kabupaten Cianjur sendiri belum memiliki tempat-tempat pembinaan atau panti-panti sosial yang dijadikan penampungan bagi masyarakat penyandang masalah sosial. Padahal tempat-tempat pembinaan itu sangat diperlukan ketika pihaknya berhasil menjaring gepeng.
"Kita sebetulnya siap untuk menertibkan penyandang masalah sosial. Tapi yang kami pikirkan bagaimana nanti setelah proses penertiban ini," ujarnya.
Dia tak mengetahui persis jumlah gepeng yang bereda di wilayah Cianjur, karena yang berkewenangan mendata adalah Dinas Sosial. Namun saat dilakukan penertiban beberapa waktu lalu, para gepeng itu tak hanya berasal dari Cianjur, ada juga yang datang dari Sukabumi, Tasikmalaya, maupun Garut. "Biasanya para gepeng ini akan tumplek ketika hari Jumat bersamaan salat Jumat di dekat Masjid Agung," katanya.
Dia pun tak mau berspekulasi apakah keberadaan gepeng itu terindikasi merupakan jaringan terorganisasi. "Wah, saya baru dengan kalau gepeng itu terindikasi terorganisasi. Memang sebagian di antara gepeng-gepeng itu ada yang dijadikan sebagai mata pencaharian sehari-hari," ujar dia.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur, Sumitra mengatakan, sudah menyiapkan dua selter sebagai tempat penampungan anak jalanan (anjal) yang masih berkeliaran. Nantinya, seluruh anak jalanan ini akan dibina, dan disekolahkan sesuai usia masing-masing. Pihaknya mulai melakukan pendataan terhadap seluruh anjal.
"Pendataan anjal terus dilakukan. Kita sudah siapkan dua selter untuk anjal. Satu shelter mampu menampung sebanyak 120 orang," kata Sumitra. (rus)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger