' Pasca Dicabut Status RSBI oleh MK, Bupati Harus Segera Buat Perbup - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Pasca Dicabut Status RSBI oleh MK, Bupati Harus Segera Buat Perbup

Pasca Dicabut Status RSBI oleh MK, Bupati Harus Segera Buat Perbup

Written By lingkar jabar on Wednesday, March 27, 2013 | 4:15 PM



CIANJUR-LJ-Pasca dicabutnya status rencana sekolah berstandar Internasional (RSBI)oleh Mahkamah Konstitusi (MK), pemerintah Kabupaten (Pemkab) atau pemeritah daerah harus segera tanggap untuk segera menggantikan sekolah yang statusnya sudah dicabut menjadi sekolah unggulan. Pasalnya, jika sekolah tersebut membuat label sekolah unggulan, suatu sa’at nanti sekolah tersebut bias digugat, karena tidak mempunyai payung hukum berupa peraturan bupati (Perbup).
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Cianjur, Jarwoto, kepada LINGKAR JABAR, Rabu  (27/3), mengatakan, langkah awalnya adalah menyamakan semua sekolah menjadi sekolah biasa dulu, kemudian Bupati menyiapkan payung hukum berupa Perbup sangat dibutuhkan untuk menggantikan status RSBI yang telah dicabut oleh Mahkamah Agung. “Seharus Bupati segera mengeluarkan Perbup yang mengatur tentang sekolah unggulan di Kabupaten Cianjur, sekolah mana saja yang bisa memiliki lebel sekolah unggulan,”katanya ketika ditemui diruang kerjanya.
Menurut Jarwoto, saat ini sekolah unggulan sangat dibutuhkan. Pasalnya, sekolah tersebut benar-benar dapat mencetak generasi bangsa yang pintar dan benar. “Kalau kita ketahui, Kabupaten Cianjur masih lah tertinggal dalam hal sekolah unggulan, kita bisa lihat di Mataram Nusa Tenggara Barat, disana sekolah benar-benar dikelolah dengan baik dan dengan manajemen yang baik, sehingga lulusannya pun berkualitas,”terang dia.
Dikatakannya, dengan system SKS, sungguh memungkinkan seorang siswa atau siswi SMA dapat menyelesaikan sekolahnya hanya dalam waktu dua tahun. “Di Mataram, dalam satu sekolah ada delapan puluh murid yang dapat menyelesaikan sekolah hanya dalam waktu satu tahun, itu bagi siswa yang benar-benar pintar dan dapat menyelesaikan target SKS yang telah ditetapkan,”papar Jarwoto yang juga Kepala SMAN 1 Mande.
Kalau di Cianjur, ujar dia, belum ada sekolah yang menerapkan system tersebut. “Untuk mencari kualitas pendidikan yang bagus, terpaksa warga Cianjur menyekolahkanj anaknya ke luar Kabupaten Cianjur, berarti harus menambah biaya lagi,”ujarnya.
Ditambahkannya, jika sudah ada Perbup, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur pun harus bersifat aktif dan agresif. “Disdik tinggal menentukan target dan mengawasinya, kalau ternyata Kepala Sekolahnya tidak mampu mengejar target, terpaksa harus diganti, dan diganti kepada orang yang sanggup bekerja untuk mencapai target,”jelas Jarwoto. (rus)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger