' Ketua PGRI Indramayu Bantah Intruksikan Pungli - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Ketua PGRI Indramayu Bantah Intruksikan Pungli

Ketua PGRI Indramayu Bantah Intruksikan Pungli

Written By lingkar jabar on Friday, March 1, 2013 | 2:43 PM



INDRAMAYU(LJ) – Dugaan pungutan liar (Pungli)yang mengatas namakan organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Indramayu  kian marak dilakukan di Kabupaten Indramayu ahir ahir ini, bahkan dugaan itu bukan yang pertama kali terjadi terutama diwilayah kerja Dinas Pendidikan namun sudah bukan rahasia umum lagi, disebabkan  tindakan tersebut masih belum tersentuh oleh aparat penegak hukum , hingga membuat  geram salah satu korban guru di Kabupaten Indramayu.
Sebut saja Lamsijan (nama samara)salah satu guru SMA  sebagai nara sumber yang melaporkan  praktek pungli tersebut kepada direktur Koran PKSPD Indramayu, Rabu (27/2) disekretariat Jl. Ir. H. Juanda Singaraja Indramayu, dalam laporanya  ia mengaku telah dipaksa untuk membayar 10 ribu kepada kepala sekolah mengatasnamakan ormas PGRI, konon uang tersebut dipergunakan untuk suksesi  ketua PGRI Indramayu yang akan mencalonkan diri sebagai anggota DPD .Republik Indonesia  di senayan. “ Guru tersebut diminta sejumlah uang untuk disetorkan ke pengurus PGRI Kabupaten Indramayu, kemudian uang tersebut dikumpulkan di kepala sekolah, dikarenakan kepsek  tidak mau beresiko, hingga uang pungutan tersebut kemudian ditampung oleh wakil kepsek dan selanjut disetorkan ke pengurus PGRI kabupaten.” Ungkap Oushj Dialambaka kepada Lingkar Jabar sore itu.
Pihaknya juga menilai bahwa praktek yang dilakukan oknum disdik Indramayu  bukan ini kali pertama, bahkan sudah seringkali dilakukan seperti belum lama juga sempat beredar issue tentang pungutan untuk pembangunan gedung PGRI sebesar 200 ribu yang diangsung selama empat bulan dengan potongan  50 ribu per bulan, uang tersebut  diambil dari potongan gaji guru dan pegawai yang merupakan anggota PGRI, jika hal itu terus dibudayakan dipastikan akan berdampak pada degradasi moral generasi yang akan datang.” Seharusnya sebagai pelaku pendidikan baik guru yang berstatus tenaga pengajar maupun unit teknis pendidikan sebagai tenaga pendidikan dapat memberikan contoh atau tauladan yang baik kepada anak didiknya bukan sebaliknya memberikan contoh yang akan merusak pendidikan moral diIndramayu.” Tukasnya.
Terpisah Ketua PGRI Kab.Indramayu Drs. H. Suhaeli, M.Si saat diwawancarai Lingkar Jabar, Kamis(28/2)di kantor PGRI Indramayu terkait isu pungli tersebut , terkejut dan membantah jika dirinya telah mengintruksikan pengurus PGRI untuk memungut sejumlah uang kepada anggota sebagai modal pencalonan dirinya untuk lenggang ke senayan sebagai calon anggota DPD RI yang bakal digelar 2014 nanti, bahkan pihaknya juga menyayangkan issue tentang Pungli PGRI yang tidak kunjung reda dan terkesan tidak mendasar “ Namanya orang nuduh biarkan saja, yang jelas saya tidak intruksikan untuk hal itu.kapan pungutan itu terjadi ” Paparnya.
Sementara menanggapa pencalonan dirinya sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia yang bakal memperoleh didukung oleh 19 ribu anggota PGRI Indramayu pihaknya membenarkan namun saat ini konsentrasinya belum kearah situ, walaupun sebagai persyaratan calon lolos hanya 5 ribu dukungan. Pungkasnya (IHS/SLH)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger