' Kemendikbud Memberi Kesempatan Kepada Guru Untuk Mengajukan Diri Menjadi Guru Inti - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Kemendikbud Memberi Kesempatan Kepada Guru Untuk Mengajukan Diri Menjadi Guru Inti

Kemendikbud Memberi Kesempatan Kepada Guru Untuk Mengajukan Diri Menjadi Guru Inti

Written By lingkar jabar on Tuesday, March 5, 2013 | 7:01 PM



CIANJUR (LJ) -Meski belum ada kejelasan secara lengkap dari Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, terkait rekuitmen guru inti menjelang diberlakukannya kurikulum baru dalam waktu dekat ini, namun kabar gembira sudah bisa dirasakan para guru yang belum diangkat. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan kesempatan kepada guru untuk mengajukan diri menjadi guru inti baik langsung ke Kementrian maupun ke Dinas Pendidikan di daerah masing-masing.
Devisi Kajian Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Forum Bersama Membangun Cianjur (FBMC) Dede Koswara, mendesak agar Dinas Pendidikan Cianjur segera melakukan sosialisasi atau mendata kelayakan guru yang ada di Cianjur untuk direkomendasi menjadi guru inti. Ini sangat penting, lantaran kurikulum baru yang bakal segera diberlakukan nanti memerlukan proses pendampingan bagi guru dan itu dilakukan langsung guru inti.
“Kita berharap agar proses penerapan kurikulum baru tidak terlalu lama dipahami guru. Karenanya, dibutuhkan guru inti untuk mengikuti pelatihan di Jakarta. Siapapun guru bisa mengajukan diri mejadi guru inti sesuai intruksi Kemendikbud,” katanya kepada LINGKAR JABAR, Selasa (5/3).
Asalkan sesuai kiteria, ujar Dede, semua guru punya hak mengikuti proses seleksi untuk menjadi guru inti. Kriteria itu diantaranya prestasi selama ini, pengalaman mengajar serta hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) dan elemen lain yang mendukung. “ Jika memang memenuhi syarat dan berminat maka guru tersebut diperbolehkan untuk mengajukan diri sebagai guru inti,” katanya.
Dede menjelaskan, menurut Mendikbud M. Nuh, sebenarnya Kantor Kementrian Pendidikan sudah memiliki cara tersendiri untuk melakukan seleksi terhadap guru inti. “Data guru inti ini nantinya akan diberikan oleh pihak kementerian kepada Kabupaten/Kota agar diverifikasi apakah guru yang diminta tersebut sesuai atau tidak,”ujar Dede.
Dengan demikian saat verifikasi tersebut, pihak Kabupaten/Kota dapat menambahkan nama guru yang dirasa pantas menjadi guru inti pada pelatihan guru untuk keperluan kurikulum baru ini. Tidak hanya itu, pihak Kabupaten/Kota juga berhak melakukan koreksi data saat verifikasi tersebut.
Seperti diketahui, metode pelatihan guru untuk kurikulum baru ini dilakukan berjenjang dari instruktur nasional, guru inti dan guru sasaran. Instruktur nasional ini diperkirakan jumlahnya mencapai 666 dan akan melatih para guru inti yang jumlahnya ribuan. Nantinya para guru inti ini yang akan melatih guru sasaran atau guru mata pelajaran yang menjalankan langsung kurikulum baru pada pertengahan Juli mendatang.
"Satu guru inti ini nantinya akan memegang paling tidak 10 hingga 15 guru. Tidak hanya melatih tapi juga memberi pendampingan," tandasnya. (rus)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger