' KADISDIK SUBANG AKUI RATA RATA MENGENYAM PENDIDIKAN MASIH RENDAH - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » KADISDIK SUBANG AKUI RATA RATA MENGENYAM PENDIDIKAN MASIH RENDAH

KADISDIK SUBANG AKUI RATA RATA MENGENYAM PENDIDIKAN MASIH RENDAH

Written By lingkar jabar on Saturday, March 9, 2013 | 9:34 AM



Subang (LJ) Tingkat masa mengenyam pendidikan di Kabupaten Subang masih
memprihatinkan. Dari seluruh total jumlah penduduk, masa mengenyam pendidikan
rata-rata hanya 7-8 tahun. "Memang di Kabupaten Subang ini, secara keseluruhan, tingkat masa
mengenyam pendidikan masih rendah. Rata-rata hanya 7-8 tahun," kata kepala
Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, Kusdinar di ruang kerjanya, Jumat (8/3).
Secara rinci, ia menyebutkan, dari jenjang SD hingga SMU, jenjang mengenyam
pendidikan di SMU masih rendah dibanding jenjang SD dan SMP.
"Hanya 63 persen siswa SMP di Subang yang melanjutkan pendidikan dari SMP
ke SMA. 37 persennya putus sekolah. Untuk SD, sudah 100 persen dan untuk siswa
SD yang melanjutkan ke SMP, sudah 93 persen," katanya.
Kusdinar mengatakan, permasalahan rendahnya siswa mengenyam pendidikan,
disebabkan beberapa faktor. "Yang paling mendasar  masalah ekonomi
hingga memilih untuk bekerja di usia sekolah karena penghasilan yang
menggiurkan dan banyak hal," ujarnya.
Karena itu, saat ini, ia sedang memproses anggaran untuk mengantisipasi jumlah
putus sekolah di Kabupaten Subang, agar angka lanjut sekolah semakin tinggi.
"Kami sangat serius menangani hal ini. Salah satunya, mengajukan anggaran
untuk mengantisipasi masalah putus sekolah dengan anggaran sebesar Rp 3.5
miliar. Rinciannya, untuk setiap SD sebesar Rp 500 juta, SMP Rp 750 juta, SMA
Rp 1 miliar dan SMK sebesar Rp 3.5 miliar," katanya.
Lapangan pekerjaan di Subang, ujar Kusdinar, sangat terbuka bagi setiap lulusan
SMA. Karenanya, ia menilai, masalah putus sekolah ini menjadi hal yang vital
untuk segera dieliminir.
"Jika lapangan kerjanya terbuka, maka kualitas lulusannya pun harus
tinggi, dengan disertai kemampuan yang maksimal tentunya," kata dia.
Di lain hal, pihaknya juga memaksimalkan anggaran Bantuan Operasional Sekolah
(BOS) untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Subang.
Kusdinar menyebutkan, BOS dari pemerintah pusat sebesar Rp 104 miliar per
tahun, untuk SMP sebesar Rp 72 miliar per tahun. Belum lagi, BOS yang dianggarkan
dari pemerintah pusat dan BOS dari Pemkab Subang.
"Dana BOS dari pusat itu, misalnya untuk tingkat SD, sebesar Rp 580 ribu
per siswa setiap tahunnya. Memang masih kurang karena idealnya Rp 1.2 juta
siswa per tahun. Namun, secara bertahap, kami optimis akan semakin
membaik," kata Kusdinar.
Sementara itu, terpisah 85 kilometer dari pusat Kabupaten Subang, tepatnya di
Desa Pangerengan Kecamatan Legon Kulon atau kawasan Pantai Utara (Pantura),
antusiasme anak-anak untuk menyelesaikan bangku SD, sangat tinggi.

"Untuk mayoritas di desa ini, antusiasme anak-anak untuk sekolah memang
tinggi. Itu tidak terlepas dari keberadaan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini
(PAUD) yang di beberapa kampung sudah berdiri," kata kepala PAUD di desa
tersebut, Nina Herawati kepada penulis di kediamannya, Jumat (8/3).
Ia menjelaskan, keberadaan PAUD di desa pelosok Subang tersebut, sangat
berperan penting meningkatkan minat sekolah anak-anak yang kebanyakan orang
tuanya berprofesi sebagai petani dan petambak ikan bandeng tersebut.
"Sejauh ini, PAUD menjadi stimulan bagi mereka untuk mengenyam pendidikan
formal di tengah infrastruktur akses jalan yang kurang memadai," kata dia.
Hanya saja, ia menjelaskan, minat siswa SD dan SMP di desanya untuk melanjutkan
sekolah ke jenjang lebih tinggi, masih rendah.
"Kebanyakan mereka putus sekolah karena lebih memilih untuk membantu orang
tua atau bekerja di tambak ikan bandeng. Umumnya karena kesulitan ekonomi atau
lebih memilih berpenghasilan daripada pendidikan.Ade
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger