' Ide Jokowi Beli Vila Puncak, Terganjal Warga - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Ide Jokowi Beli Vila Puncak, Terganjal Warga

Ide Jokowi Beli Vila Puncak, Terganjal Warga

Written By lingkar jabar on Thursday, March 7, 2013 | 11:39 AM



Kab,Bogor.(Lj) Wacana Pemerintah Provinsi (Pemprov)DKI Jakarta yang akan memborong sejumlah bangunan villa yang berdiri di atas lahan resapan di wilayah Puncak-Cisarua, Kabupaten Bogor, ternyata mendapat kecaman sejumlah kalangan, terutama warga setempat yang berprofesi sebagai penjaga vila.

Pasalnya, selain dianggap kurang efektif dalam mengatasi banjir di DKI Jakarta, ide mantan Walikota Solo tersebut dinilai akan membunuh pendapatan utama warga setempat terlebih penjaga vila.
Coba bayangkan kalau saja rencana Jokowi jadi membeli 600 vila,berapa warga sekitar yang menggantungkan hidupnya dari menjaga vila yang akan menjadi pengangguran, apakah Pemerintah DKI dan Pemerintah Kabupaten Bogor sudah punya solusinya terkait hal ini.

" Saya rasa ide tersebut sudah tepat. Namun, faktor lain banjir di Ibu Kota adalah menyempitnya daerah bantaran sungai di Jakarta, bukan hanya vila-vila dipuncak, " ujar Muhamad Nurman, Ketua Pemerhati dan Pembangunan Lingkungan Hidup Bogor (PPLHB), kemarin.

Menurut Nurman, untuk menanggulangi bencana banjir, seharusnya Pemprov DKI mensterilkan bantaran sungai dari pemukiman liar dan menfungsikan banjir secara optimal kanal-kanal yang telah dibangun.

" Bongkar dulu pemukiman liar disepanjang aliran sungai Ciliwung dan optimalkan fungsi kanal-kanal di DKI. Setelah itu, berkordinasi dengan Pemkab Bogor dalam mengatasi vila-vila liar dipuncak," imbuhnya.

Sementara itu, Suhaeli (36) salah seorang penjaga vila Kampung Cidokom, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua menilai, ide pemprov DKI untuk membeli seluruh vila-vila dipuncak lalu dibongkar, hanya akan menyengsarakan warga yang menggantungkan hidupnya dengan menjadi penjaga vila.

" Kalau vila-vila ini dibeli lalu dibongkar, lalu bagaimana dengan nasib kami (penjaga vila). Selama bertahun-tahun warga mencari nafkah dengan menjadi penjaga vila," keluhnya.

Ia pun berharap, ketika ide tersebut direalisasikan, Pemprov DKI dan Pemkab Bogor akan memperhatikan nasib ratusan warga Puncak yang secara otomatis akan kehilangan mata pencahariannya." Pemkab Bogor dan Pemprov DKI harus memperhatikan nasib kami, jangan sampai ide untuk mengatasi banjir di Jakarta berdampak buruk terhadap warga bogor," pintanya.

Di tempat terpisah Camat Cisarua Tedy Pembang mengatakan dukungannya terhadap rencana pembelian sejumlah vila dikawasan Puncak untuk dibongkar. Akan tetapi, Tedy meminta agar pembongkaran tersebut dibarengi dengan program penghijaun dilokasi vila-vila tersebut.

" Kami mendukung program tersebut, sepanjang dibarengi dengan upaya penghijauan kembali dilokasi vila yang dibongkar," ujar Camat.

Untuk diketahui, wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membeli tanah di daerah Puncak melalui progran Corporate Social Responsibilities (CSR) perusahaan swasta.
Nantinya, tanah tersebut akan dijadikan tempat penghijauan, menanam pohon dan pertanian.
Sampai saat ini, Pemprov DKI Jakarta masih dalam proses mengumpulkan pengusaha.

Dipuncak sendiri, lahan yang seharusnya menjadi resapan di hulu sungai semakin kritis. Sejumlah pesohor, artis hingga pejabat, membangun vila. Kondisi kritis di hulu sungai ini disebut-sebut memperparah banjir yang melanda Jakarta.yus
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger