' GPI Jebol Pagar Pengadilan Negeri Indramayu Dukungan Aksi Massa Parpol Hilang - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » GPI Jebol Pagar Pengadilan Negeri Indramayu Dukungan Aksi Massa Parpol Hilang

GPI Jebol Pagar Pengadilan Negeri Indramayu Dukungan Aksi Massa Parpol Hilang

Written By lingkar jabar on Tuesday, March 26, 2013 | 11:12 AM

INDRAMAYU (LJ) Ratusan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Gerakan Perubahan Indramayu terdiri dari Aktifis,Politisi, Mahasiswa,Buruh, korban sengketa tanah, dan Group Facebooker Suara Demokrasi Indramayu, Senin(25/3)pagi, mendatangi Pengadilan Negeri Indramayu, mereka menuntut Majelis Hakim dan aparat penegak hukum agar konsisten dalam menegakkan keadilan di Indramayu terutama kasus perkara yang sedang ditanganinya yaitu kasus dugaan pidana pemilu  yang dilakukan oleh terdakwah oknum PNS,  Drs. Nana Sudiana. MPd dan Kasus Korupsi yang dilakukan oleh Yance dan kroni - kroninya.
“ Ini adalah titik awal perubahan Indramayu untuk menumbangkan rezim orde baru yang saat ini menyantroni yance dan kroni kroninya, mereka harus dimintai pertanggung jawaban karena itu adalah uang rakyat, Kalau hari ini Kapolres G.Pangarso komitmen dengan rakyat Indramayu  dibuka lagi kasus korupsi PDAM yang melibatkan Suyanto, Kasus Komputer yang melibatkan Daniel muttaqin, Kasus Bansos yang melibatkan Bupati Anna, Kasus Tanah PU Pantura, dan kasus kasus yang lain jika memang aparat penegak hukum Kejaksaan, pengadilan dan kepolisian komitmen dengan rakyat Indramayu buktikan dan kembalilah kepada jalan yang benar .” Ungkap Sholihin Ketua Presidium Perubahan Indramayu ditengah tengah pengunjuk rasa.
Sholihin menambahkan Kasus kasus yang selama ini masuk ke kejaksaan dan kepolisian mandeg dan nyaris tidak bisa dituntaskan, terlebih solihin juga mengajak kepada Guru dan pelaku pendidikan di Indramayu agar bercermin pada kasus Nana terdakwah pelanggaran pemilukada yang merupakan bukti preseden buruk dunia pendidikan, oleh karena itu kita harus satu kata,  kita harus selamatkan institusi hukum.” Kita tidak takut kepada Kejaksaan, tidak takut kepada Kepolisian dan tidak takut kepada semuanya tapi takut kepada Allah SWT, karena semuanya itu akan dipertanggung jawabkan nanti diaherat,”geramnya.
Aksi hampir tidak dapat dikendalikan saat Ali Sahali,SH menyampaikan orasinya dihadapan pengunjuk rasa untuk berusaha masuk ke ruangan persidangan, hingga mengakibatkan pintu pagar pengadilan negeri Indramayu jebol, beruntung aparat kepolisian yang berjaga jaga dapat menegendalikan situasi dan tidak terjadi anarkis.
Sementara didalam ruangan persidangan Pengadilan Negeri Indramayu,  tampak serius Jaksa Penuntut Umum H. Muhammad Erma,SH yang terus berupaya meyakinkan keterangan saksi atas tindakan terdakwa dengan melontarkan pertanyaan pertanyaan, sehingga terdakwa bisa dijerat dengan pasal  116 ayat 4 junto pasal 80 Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, dimana terdakwa telah terbukti bersalah dengan melakukan ajakan kepada seluruh kepala sekolah dan  memastikan 10 orang meilih cagub Intan pada masa kampanye, sehingga atas perbuatanya itu bisa merugikan perolehan suara pasangan cagup yang lain pada pilgub jabar kemarin.
Sementara berdasarkan informasi yang didapat Lingkar Jabar sebelumnya,  Aksi yang dilakukan oleh Gerakan Perubahan Indramayu itu telah dibidani oleh beberapa tokoh partai politik yang masuk dalam tim kecil Presidium GPI hasil keputusan di CafĂ© Fira beberapa waktu lalu, namun kenyataan yang terjadi  Aksi yang direncanakan bakal diikuti ribuan massa dari berbagai elemen dan utusan parpol,  ditengarai telah terjadi penjegalan oleh penguasa birokrasi, agar politisi dan massanya tidak turut serta dalam aksi saat berlangsungnya persidangan Kasus Pelanggaran Pemilukada dengan terdakwa Drs.Nana Sudiana di Pengadilan Negeri Indramayu.**IHS / SLH
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger