' Bocah Penderita Hidrosefalus Butuh Bantuan Pemkab Bogor - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Bocah Penderita Hidrosefalus Butuh Bantuan Pemkab Bogor

Bocah Penderita Hidrosefalus Butuh Bantuan Pemkab Bogor

Written By lingkar jabar on Friday, March 8, 2013 | 11:33 AM



Kab,Bogor.(Lj) Mungkin kita pernah melihat anak yang menderita penyakit pembesaran pada kepala atau hidrosefalus, Memang sangat miris dan iba, Apalagi penyakit ini menimpa keluarga yang tidak mampu, Kondisi ini terjadi kepada Bocah malang yang bernama Jabarudin (11), warga asal Kampung Citeko Rt.01/02, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor ini, hanya bisa terbaring lemas diatas tikar dalam kamar berukuran 3x3 meter. Pasalnya, ukuran kepala anak pertama dari pasangan Sumirah dan Udin ini membesar dengan diameter 30 cm dan bobot mencapai 15kg.

Ironisnya, hampir 11 tahun sudah bocah malang tersebut harus bertahan dengan penyakit yang dideritanya. Bahkan, kondisi kepala bocah kelahiran 22 Mei 2002 silam ini semakin kritis dan kedua bola matanya hampir keluar lantaran ukuran kepala yang kian membesar.

Tragisnya, upaya pengobatan yang dilakukan pihak keluarga pun harus terganjal faktor ekonomi yang terbilang tidak mampu. Maklumlah, pekerjaan sang Ayah ( Udin) hanya seorang tukang ojek dengan penghasilan hanya cukup buat makan saja. Jabarudin sendiri saat ini tinggal dikediaman Kakek dan Neneknya yakni Oleh (51) dan Nunung (45).

Nenek Jabarudin (Nunun) menceritakan, penyakit yang diderita cucunya tersebut bermula saat Ia berusia sekitar 8 bulan dan menderita penyakit panas, lalu dibawa ke sebuah balai pengobatan dibilangan Cibereum yang berjarak sekitar 1 kilometer dari rumahnya.

" Awalnya, Cucu saya ini hanya mengalami panas lalu dibawa berobat dan penyakit panas tersebut pun sembuh," ujar Nunung, saat ditemui kemarin.

Lebih lanjut Nunung menuturkan, seiring bertambahnya umur Jabarudin, terlihat ada perubahan ukuran kepala yang tidak lazim karena semakin membesar. Semangat ingin menyembuhkan cucunya dengan uang sebesar Rp500 ribu serta kartu Jamkesda, pihak keluarga pun memeriksakan penyakit tersebut ke Puskemas lalu di rujuk ke RSUD Ciawi.

" Dari RSUD Ciawi kami dirujuk ke RS Cipto Jakarta, karena disana tidak tersedia peralatan medis dan obat-obatan untuk penyakit tersebut," papar Nunung.

Nunung menambahkan, ketika di RS Cipto Jakarta, dirinya pun harus kembali menelan pil pahit. Karena, impian agar Cucunya itu dirawat hingga sembuh kembali terganjal peralatan medis berikut obat di RS Cipto." Disana pun kami disuruh pulang dengan alasan tidak ada obat dan peralatan medis, saat itu usia Jabarudin sekitar 6 tahun," tambahnya.

Akibat upaya pengobatan yang selalu mendapat penolakan dari rumah sakit, pihak keluarga pun saat ini hanya bisa pasrah dan berharap adanya upaya dari Pemerintahh Kabupaten Bogor terhadap nasib Jabarudin. Hingga berita ini ditulis, kondisi kesehatannya pun kian kritis.Yus
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger