' Bertani Membentuk Karakter Tunas Bangsa - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Bertani Membentuk Karakter Tunas Bangsa

Bertani Membentuk Karakter Tunas Bangsa

Written By lingkar jabar on Saturday, March 30, 2013 | 11:07 AM



BOGOR ; (LJ) -Menciptakan generasi muda tani yang tangguh  di mulai sejak masih kanak kanak.Karena menekuni bidang pertanian membutuhkan cinta yang tidak cukup di pupuk di bangku universitas.

Hal itulah yang mendasari di bangunnya wahana pertanian "Jimmy Hantu" melalui TK Pertanian Mutiara Hati,  yang mengarahkan kompetensi pengetahuan pertanian berbasis life skill,sosial dan bisnis.

Direktur PT. Mutiara Keraton Solo, Sujimin atau biasa di kenal sebagai Jimmy Hantu (red: HANTU=Hormon Tanaman Unggul), sedikit membagi pengalamannya semasa kecilnya di sebuah desa di Sambirejo-Sragen Jawa Tengah.

" saya  menjadi  anak yatim sejak usia 3 tahun, dan sebelum berankat sekolah saya harus  mengurus sawah yang di tanami  padi dan singkong, dari sinilah awal  kesuksesan saya  " Ujarnya berbagi pengalaman, saat kegiatan panen padi yang di tanam siswa SD Bosowa Bina Insani, Jumat (28/03).

Muramnya dunia pertanian saat ini di katakan Jimmy karena
Bertani tidak cukup hanya sekedar menanam dan mengambil buahnya saja. Banyak yang masih memandang sebelah mata bisnis pertanian.

"Baru di goyang harga bawang dan cabai saja pemerintah sudah turun tangan, dan itu seharusnya tidak perlu terjadi di negara yang  daratannya luas dan subur". Tambahnya.

Dengan mengenal bagaimana proses bertani sejak menanam benih, memupuk, merawat, memanen hingga menjual hasil taninya, anak anak akan memahami  banyak hal. Mulai dari ilmu pengetahuan dan memupuk kemandirian.

Pada kesempatan tersebut kepala sekola SD Bosowa Bina Insani Bogor, Heru menambahkan hasil tanaman padi yang di tanam sekitar 75 siswa kelas 3 dan 4 itu nantinya akan di kemas dan di pasarkan  pada pameran saat pembagian rapot siswa. Secara  tidak langsung siswa SD binaannya itu belajar berwira usaha.

"Pembentukan karakter dengan cara seperti inilah yang cepat di pahami oleh sisa didik, ada proses pengenalan, ketekunan sampai dengan bagaimana mereka mendapat hasil dari jerih payahnya".Ujar Heru Kepada RRI di Kebun Percobaan Markas Jimmy Hantu di Sukamantri-Tamansari Kabupaten Bogor,Jumat (28/03).

Tidak hanya untuk siswa sekolah dasar , menengah dan perguruan tinggi saja beberapa Gapokta (Gabungan Kelompok Tani) di berbagai daerah di indonesia pun berguru di Markas Jimmy Hantu untuk sharing bagaimana meningkatkan produktifitas pertanian mulai dari mengatasi hama, mempercepat masa panen hingga membuat formula pakan ternak yang sudah memilik lebih dari 40 paten di dunia.(YOF)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger