' Warga Minta Ganti Rugi BNN - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Warga Minta Ganti Rugi BNN

Warga Minta Ganti Rugi BNN

Written By Angga Harja S on Friday, February 22, 2013 | 2:12 PM



Kab,Bogor.(Lj)Badan Narkotika Nasional (BNN) pagi tadi sambangi kampung Alun-alun Inpres Rt.1 Rw.5 Desa Cibereum Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor, Hal ini terkait keberadaan lahan pohon Ghat’ Chatinone yang banyak ditanam di kawasan Puncak yang sejuk dan indah,Diperkirakan Sekitar 3 Hektar lahan di kecamatan Cisarua ditanami pohon Ghat dibeberapa Desa secara Farsial diantaranya Desa Cilember,Kelurahan Cisarua,Desa Tugu Utara,Desa Tugu Selatan,Desa Jogjogan dan Desa Cibereum(05/13)
Setiap lahan dengan luas 100 meter bisa ditanami sebanyak 400-500 Pohon Ghat’ Chatinone, jadi seluruh Pohon Ghat yang ada di Kecamatan Cisarua bisa mencapai 15.000.000 Pohon,Termasuk Lahan yang ada di dalam Villa-villa, Karena Proses penanaman pohon Ghat terbilang sangat mudah dan mengutungkan.
Dalam kunjungannya Badan Narkotika Nasional (BNN) yang diwakili Humasnya Sumirat mengatakan, selain mengecek lokasi tujuannya mensosialisasikan kepada warga masyrakat bahwa Pohon Ghat ini berbahaya dan dilarang, setelah pihak BNN melakukan uji Laboratorium, dan Hasilnya positif bahwa Zat yang terkandung dalam Pohon Ghat adalah Zat Chatinone dan Chatin, Zat ini dikatagorikan sebagai narkotika golongan 1.ujarnya
Sumirat menghimbau kepada warga masyarakat, Mulai hari ini untuk tidak menanam,mengkonsumsi dan memperjual belikan pohon Ghat’Chatinone, Karena sudah diatur dalam UU No 35 Tahun 2009,tentang Narkotika, Walaupun secara resmi pemerintah belum menetapkan regulasi terkait Pohon Ghat, Namun BNN selaku penanggung Jawab persoalan Narkotika sudah Bisa dijadikan Barometer untuk regulasi resmi nantinya.
Nanang atau dipanggil Jack yang menanam Pohon Ghat yang sudah dari 2005 sampai sekarang, mengaku kalau dirinya bergantung hidup pada tanaman ini, Pasalnya jika musim turis Timur tengah datang antara Bulan Februari sampai dengan Juli, Permintaan Pohon Ghat sangat luar biasa banyak sehingga setiap minggunya Nanang bisa mengantongi uang sebesar 3 juta rupiah, Satu bungkus Daun Ghat seberat 5 ons Nanang bisa menjual dengan harga sekitar 300 ribu rupiah, Dalam satu minggu Nanang bisa menjual 10 kantong bahkan lebih.
Nanang berharap bila memang BNN melarang, kami bersedia tanaman pohon Ghat kami dimusnahkan asalkan pihak BNN mau mengganti, apapun bentuknya,”Mau uang ataupun tanaman pengganti yang bisa menghasilkan”harapnya, karena kalau tanaman ini dimusnahkan saya dapat uang dari mana,keluhnya.  
Terkait Hal ini Sumirat mengatakan Nantinya bagi warga yang menanam pohon ghat akan kami ganti seperti program BNN yang dilakukan di Aceh yaitu Program Alternative Developmen dimana Petani Ganja di aceh sekarang di beri pengganti seperti tanaman Kacang-kacangan,”Nanti kita sesuaikan dengan kondisi wilayah disini jenis apa yang cocok ditanam disini”Ujarnya.Yus
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger