' Timses PATEN Intruksikan Saksi Tidak Teken Berita Acara - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Timses PATEN Intruksikan Saksi Tidak Teken Berita Acara

Timses PATEN Intruksikan Saksi Tidak Teken Berita Acara

Written By lingkar jabar on Thursday, February 28, 2013 | 1:24 PM



INDRAMAYU (LJ) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat telah berahir, beberapa lembaga survai sudah berani memunculkan angka kemenangan kepada salah satu pasangan calon bahkan menjamin 99 % hasilnya benar, sampai kemudian kemenangan itu diraih oleh pasangan Ahmad Heryawan - Dedi Mizwar dengan perolehan relatif berbeda beda dari 30 hingga 33 %,  tampaknya hasil survai tersebut disikapi serius oleh Timses Pasangan Rieke Diah Pitaloka - Teten Masduki (PATEN) pihaknya menilai hasil tersebut hanya bersifat sampling bukan validasi dan  rekapitulasi KPUD Jabar yang dapat dipertanggung jawabkan secara hukum. " Itukan hanya sample,  sementara data yang kami terima dari saksi PATEN dilapangan terdapat perbedaan angka yang signifikan dari enam lembaga survai yang ada mereka meng klaim perolehan PATEN kisaran 27 - 28 koma sekian %, dengan menggunakan methode apa, sehingga kami meragukan akurasi data tersebut sementara yang dilansir media inilah.com misalnya membaca pendapat Analis The Media Institute Tri Handhika Survei dengan teknik pengambilan sampel multistage random sampling yang digunakan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) dalam survei pilgub Jabar dikritik sejumlah kalangan. Survei yang mengunggulkan pasangan Dede Jusuf-Lex Laksamana itu mempunyai margin error yang besar, yakni 4,8%." Ungkap O'oushj Dialambaka Sekretaris Tim Relawan PATEN Indramayu kepada Lingkar Jabar, Rabu (27/2) kemarin.

Dikatakan O’oushj yang juga aktifis Pusat Kajian Strategi Pembangunan Daerah (PKSPD)Indramayu itu menjelaskan pihaknya sudah mendapat informasi melalui telpon resmi Tim Relawan Paten untuk mengintruksikan kepada saksi PATEN yang hadir pada acara pleno perhitungan ulang KPUD Indramayu agar tidak membubuhi tanda tangan dalam berita acara.” Anda tau sendiri kan itu tadi telpon dari DR. Ikhwan yang juga sebagai Tim Relawan PATEN.” Paparnya


Menurut dia kehadiran saksi pada saat perhitungan memang harus, tapi diingatkan agar tidak menanda tangani berita acara hasil perhitungan ulang mengingat intruksi timses jabar yang dalam perjuangannya timses paten akan melakukan gugatan hasil perhitungan tersebut ke Mahkama Agung.” Memang dari data yang dimiliki Timses Paten Form C1 TPS  ada perbedaan dan itu bisa diperbaiki saat perhitungan ulang di tingkat KPUD Kab/Kota tapi sekali lagi saya katakan agar saksi jangan menandatangani berita acara tersebut, walaupun secara aturan jika saksi tidak menanda tangani tetap hasil perhitungan itu sah, tapi sebagai alat bukti dan pengakuan bahwa tim kami belum menyetujuinya sebagai hasil perolehan tersebut secara hukum peradilan.” Terang O’oush kepada Lingkar Jabar.

O’osuh berharap sistem pendidikan politik ini harus betul betul difahami oleh seluruh elemen masyarakat dalam menterjemahkan etika berpolitik ditanah air salah satunya pembuktian pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Pungkasnya ( IHSAN)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger