' Target Setoran PD Meleset, Laporan Pembukuan PDAM dan PD Pembangunan Belum Jelas - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Target Setoran PD Meleset, Laporan Pembukuan PDAM dan PD Pembangunan Belum Jelas

Target Setoran PD Meleset, Laporan Pembukuan PDAM dan PD Pembangunan Belum Jelas

Written By lingkar jabar on Wednesday, February 27, 2013 | 4:59 PM



LJ CIREBON – Kritik Wali kota Subardi pada Perusahaan Daerah (PD) Kota Cirebon yang tak maksimal menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbukti benar. Target dari lima PD menyumbang PAD di 2012 Rp2 miliar, terealisasi hanya 28,04 persen atau hanya sekitar Rp561 juta. Kelima PD itu yakni PDAM, PD Pasar, PD Bank Pasar, PD Farmasi, dan PD Pembangunan.
Kepala Seksi Evaluasi Pelaporan bidang PAD Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Kota Cirebon, Dra Ida Zubaedah menerangkan, realisasi setoran lima PD selama 2012 lalu dari target Rp2 miliar hanya tercapai 28,04 persen. “Pemasukkan PAD dari lima Perusahaan Daerah pada 2012 lalu sejumlah Rp561 juta lebih. Sehingga kekurangan dari target PAD Rp2 miliar sebesar Rp1,4 miliar lebih,” terangnya kepada LINGKAR di ruang kerja,KEMARIN
Ida merinci target PDAM memberi PAD Rp1,2 miliar lebih. Namun hingga sekarang, dalam laporan pembukuannya belum jelas berapa yang berhasil disetorkan. “Untuk PDAM, katanya sudah setor. Namun data belum direkap,” ucapnya. Sehingga pencapaian PDAM dari target yang ditentukan belum diketahui. Hal sama terjadi di PD Pembangunan. Dari target Rp210 juta, DPPKD belum mendapat laporan terkait besaran PAD yang disetor.
Sementara PD Bank Pasar berhasil melewati target PAD, dari Rp200 juta berhasil disetor Rp396 juta lebih. “Mencapai 198,13 persen. Hampir dua kali lipat dari target. Ini pencapaian bagus,” ujar Ida. Untuk PD Farmasi dari target Rp157,3 juta, tercapai 91,64 persen atau Rp144,2 juta. Sedangkan PD Pasar dari target Rp196,6 juta, hanya terealisasi Rp20,6 juta atau sekitar 10,48 persen. “Itu berdasarkan data yang kami miliki. Ada yang defisit ada pula yang surplus,” sebutnya.
Kepala Bidang Penganggaran DPPKD, Iing Daiman SIP MSi menambahkan, target PAD lima PD tersebut tahun ini masih sama dengan tahun 2012. Tahun ini PDAM diberi target menyumbang PAD sebesar lebih dari Rp1,2 miliar, PD Bank Pasar ditargetkan setor Rp200 juta, PD Farmasi diharapkan menyumbang Rp157 juta lebih, PD Pasar ditargetkan lebih dari Rp196 juta dan PD Pembangunan diberi target sumbang PAD Rp210 juta. “Totalnya mencapai Rp2 miliar masuk ke PAD tahun 2013,” ucapnya.
Bidang Penganggaran, lanjut Iing, berbicara memasukkan dan menetapkan data serta penganggaran yang masuk. Ditambah target pemasukan, pendapatan maupun belanja dalam APBD Kota Cirebon. Idealnya, target dari lima PD yang ada dapat tercapai. Mengingat besaran target sudah disesuaikan dengan kemampuan dan kapasitas PD yang bersangkutan. Karena itu antara satu PD dengan lainnya berbeda-beda dalam besaran nominal PAD yang harus disumbangkan.
Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Cirebon, Cecep Suhardiman SH MH menuturkan, lima perusahaan daerah yang dimiliki Pemkot Cirebon hampir semuanya tidak maksimal menyumbang PAD bagi pemkot. Kinerja kelima PD itu, lanjut dia, jauh dari kata bagus dan maksimal. Bahkan, PD Pembangunan dianggap paling buruk karena selalu minus dalam PAD. “PD Pembangunan paling jelek bahkan minus dibandingkan empat PD lainnya,” ucapnya.
Setiap tahun, sambung dia, lima PD itu hanya memberikan kontribusi PAD tidak lebih dari Rp3 miliar. Cecep menilai setidaknya ada tiga PD yang masih dapat dioptimalkan untuk bisa memberikan kontribusi dalam peningkatan PAD, yakni PDAM, PD Bank Pasar dan PD Pasar. Ke depan, Cecep akan mengusulkan revitalisasi BUMD di Kota Cirebon. “Harapannya, PAD kita semakin meningkat dari lima PAD itu. Ini masih sangat mungkin dimaksimalkan,” tegasnya.
Secara khusus, Cecep menyoroti kinerja PD Pembangunan yang sangat jeblok. Menurutnya, PD Pembangunan cukup banyak mengelola aset pemkot. Kalaupun hingga saat ini belum ada upaya appraisal atau penilaian atas aset tersebut, Cecep meyakini PAD dari PD Pembangunan dengan memaksimalkan pengelolaan aset akan meningkatkan pemasukan hingga miliaran rupiah. “Wali kota ke depan harus merombak Perusahaan Daerah yang tidak maksimal. Baik jajaran direksinya maupun kinerjanya,” usul politisi Demokrat itu. (DUDI)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger