' PT. Antam, Tbk Harus Bertanggungjawan Atas Pencemaran Sungai Cikaniki - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » PT. Antam, Tbk Harus Bertanggungjawan Atas Pencemaran Sungai Cikaniki

PT. Antam, Tbk Harus Bertanggungjawan Atas Pencemaran Sungai Cikaniki

Written By Angga Harja S on Wednesday, February 20, 2013 | 9:42 PM


BOGOR (LJ) - PT. Aneka Tambang (Antam) Tbk yang melakukan penambangan emas di Pongkor, Nanggung, Kabupaten Bogor, harus bertanggungjawab atas terjadinya pencemaran sungai cikaniki dari zat mercury dan zianida. Demikian ditegaskan Ketua Forum Masyarakat Nanggung Bersatu, H. Ivan Ibeng kepada wartawan.
"Warga sekitar desa sadeng hingga rumpin, telah merasakan akibat pencemaran kali cinaniki itu. Misalnya saja ada warga yang mandi di sungai itu, langsung terasa gatal-gatal ditubuhnya," ujar Ibeng yang juga dikenal sebagai Ketua Umum LSM Gempur Raya ini, kemarin.
MKenurutnya, dam[pak lingkungan yang ditimbulkan atas keberadaan PT Antam tidak hanya itu, karena PT. Antam Tbk juga belum jelas melakukan tusaha dan indakan reklamasi terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi disekitar lokasi penambangannya tersebut. "Mungkin kalo sekarang belum terasa, tapi jika nanti sudah ditinggalkan oleh Antam, masyarakat sekitar kecamatan nanggung, tidak menutup kemungkinan bakal menanggung akibatnya," tutur Ibeng lagi.
Ibeng juga mepertanyakan tentang realisasi dari Corporate Social Responshipbility (CSR) atau kegiatan sosial kemasyarakatan perusahaan penambangan emas PT. Antam di Pongkor Nanggung ini, terhadap warga masyarakat disekitar lokasi penambangan yang dikuasai PT. Antam Tbk, tersebut.
Karena, lanjut Ibeng, meski penambangan emas yang dilakukan PT. Antam Tbk ini sudah berjalan diatas 20 tahun, ternyata masih ada sekitar 15 unit rumah tinggal warga yang berbentuk rumah panggung dengan kondisi kehidupan sehari-harinya yang sangat memprihatinkan.
"Kalo saya boleh nilai, ada kemungkinan CSR PT. Antam Tbk selama ini penyalurannya tidak tepat sasaran. Konon malah terdengar kabar ada uang bantuan CSR PT. Antam yang malah digunakan oleh penerimanya untuk modalin bikin lubang galian emas," tegas Ibeng.
Kalo sistem perhatian PT. Antam Tbk terhadap masyarakat sekitar lokasi penambangan masih seperti itu, kata Ibeng, lebih baik PT. Antam pergi aja dari Nanggung, biar warga masyarakat sekitar Nanggung aja yang melakukan penambangan emasnya secara tradisional. "Lebih baik masyarakat Nanggung yang melakukan penambangan aja deuh,,, ketimbang PT. Antam yang tidak jelas perhatian sosialnya kepada masyarakat sekitar itu," ketus Ibeng lagi.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Bogor, Koesparmanto. Menurut dia, meski belum tentu pencemaran sungai Cikaniki itu belum tentu akibat penambangan yang dilakukan pihak PT. Antam, namun karena izin penambangan diberikan kepada PT. Antam, maka segala akibat yang ditimbulkan menjadi tanggung jawab perusahaan pertambangan yang dimiliki Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu.
"PT. Antam harus bertanggungjawab atas seluruh permasalahan yang ditimbulkannya, karena secara syah izin penambangan hanya diberikan kepada perusahaan pertambangan Badan Usaha Milik Negara itu," tegas Koesparmanto singkat, kemarin. DED
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger