' LEKAS MINTA TV TEMAN DITUTUP - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » LEKAS MINTA TV TEMAN DITUTUP

LEKAS MINTA TV TEMAN DITUTUP

Written By lingkar jabar on Tuesday, February 26, 2013 | 2:18 PM

CIBINONG - Pasca robohnya tower antenna TV Tegar Beriman, Diskominfo diminta untuk transparan dalam penggunaan APBD, meminta pertanggungjawabgan dari pihak ketiga dan menghentikan pengoperasian televisi milik Pemkab Bogor yang dinilai menghamburkan uang negara.
Direktur eksekutif Lembaga Kajian Strategis, Roni Syahputra, mengatakan keberadaan stasiun televisi Tegar Beriman yang terkesan dipaksakan itu telah menghabiskan Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Kabupaten Bogor 2012 yang sangat besar.
Durunya menilai alat propaganda itu ternyata tidak efektif dan tidak memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. "Sebaiknya hentikan saja pengoperasian televisi itu. Sebaiknya pihak Diskominfo meningkatkan komunikasi dengan media massa lokal atau nasional untuk sosialisasi tentang pembangunan," katanya, Selasa (26/2/2013).
Dia mengingatkan, bila suatu pekerjaan yang di kelola oleh mereka yang bukan ahli di bidangnya, maka akan datang kehancuran. Terbukti, pemasangan antena televisi yang ceroboh dengan cara memancangnya pada tiang antena radio telah usang mengakibatkan kerugian besar."Daripada lebih besar lagi dana dihamburkan setiap tahun untuk hal - hal yang tak bermanfaat, lebih baik tutup saja
televisi Teman itu," desaknya. Pemkab Bogor, lanjuutnya, seharusnya menggunakan APBD dengan tepat guna, tepat sasaran, efisien dan bermanfaat langsung bagi masyarakat yang dapat dipertanggung jawabkan penggunaannya.
"Hentikan pola lama yang mengedepankan proyek bagi kepentingan oknum, terlebih lagi oknum itu bukan ahli di bidangnya. Pemkab tidak perlu punya televisi bila hanya dijadikan ajang proyek oknum pejabat yang telah nyata merugikan uang negara," imbuhnya.
Hal senada diutarakan Ketua Forum Peduli Lingkungan (FPLK) Kabupaten Bogor, Eddy K.S.  Terkait robohnya tiang antena radio dan televisi milik Pemkab Bogor itu membuat dirinya angkat bicara dan mendesak pihak Diskominfo untuk transparan dan segera menyelesaikannya persoalan ini dengan pihak ketiga. "Biar bagaimana pun, Diskominfo harus mendesak pihak ketiga untuk bertanggung jawab sepenuhnya atas kerugian atas kejadian itu. Karena semua pembangunan televisi itu menggunakan dana APBD," desaknya. Termasuk penggunaan dana, tambahnya, yang dialokasikan pada APBD harus terbuka secara transparan. Bila terbukti ada pelanggaran atau penyalahgunaan, maka harus segera ditempuh langkah tegas.
Menurutnya hal ini sangat penting dilakukan agar persoalan tidak melebar menjadi rumor yang beredar mengenai adanya dugaan 'setoran' kepada oknum - oknum, nakal yang membuat pihak ketiga tidak optimal menyelesaikan pekerjaan. "Bila itu benat terjadi, tentunya harus dilakukan pemeriksaan secara transparan untuk membuktikannya. Sehingga, akan memberikan efek jera bagi pihak ketiga yang melanggar maupun oknum yang nakal" pintanya. Terpisah, Pemerhati Radio, Sabilillah, menjelaskan bahwa untuk membangun sebuah stasiun televisi perlu dilakukan studi banding terlebih dahulu di sejumlah televisi nasional, kemudian mempertimbangkan biaya pemeliharaan yang nilainya tidak sedikit. Menurutnya, Diskominfo terlebih dahulu mempersiapkan sumber daya manusia yang handal di bidangnya untuk ditempatkan sebagai tim kerja atau crew. Terutama dalam menggandeng pihak ketiga harus selektif dan ketat serta ahli dalam membangun stasiun televisi.
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger