' Kota Hujan Objek Kunjungan Para Pejabat Daerah - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kota Hujan Objek Kunjungan Para Pejabat Daerah

Kota Hujan Objek Kunjungan Para Pejabat Daerah

Written By Angga Harja S on Sunday, February 3, 2013 | 8:36 PM


BOGOR (LJ) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah, menyambangi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Rombongan yang berjumlah 18 orang dari Barito Utara itu, dipimpin Wakil Ketua II DPRD Barut H. Harian Nuur.

Kedatangan Wakil Rakyat Barito Utara itu  diterima Asisten Tata Praja Setdakot Bogor, Ade Syarif Hidayat mewakili Walikota Bogor diruang rapat III Balaikota Bogor kemarin.

Ke 18 anggota DPRD Barito Utara datang ke Kota Bogor untuk melakukan stdudy banding terkait pengeloaan Pasar Tradisional, Pedagang Kaki Lima (PKL), Tata Kota, dan Pengelolaan sampah. “Kami ingin mengetahui bagimana pengelolaan Pasar Tradisional, PKL, Tata Kota dan Pengelolaan Sampah yang dilakukan oleh Pemkot Bogor,“ kata H. Harian. 

Asisten Tata Praja Setdakot Bogor H. Ade Syarif Hidayat, menyampaikan bahwa, manajemen persampahan menjadi persoalaan penting bagi Pemkot Bogor, karena masalah kebersihan merupakan satu dari empat masalah prioritas Kota. Untuk itulah, melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), terus melakukan langkah tidak terputus untuk mengurai masalah sampah.

Namun diakui Ade, bahwa semua usaha dan langkah itu belum membuahkan hasil yang maksimal, Hal ini disebabkan terbatasnya kemampuan Pemkot Bogor dalam menangani masalah sampah mengingat begitu besar dan komplesknya masalah sampah.

Pada konteks inilah, lanjut Ade, perlu adanya partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, terutama lingkungan rumah tangga yang memberikan kontribusi relatif besar terhadap jumlah timbulan sampah di Kota Bogor. “Melalui parsipasi aktif ini sangat diharapkan masalah sampah dapat diselesaikan ditingkat rumah tangga atau setingkat rukun warga dan tidak lagi bertumpu pada pengelolaan sampah dingkat TPA,“ kata Ade.

Ade menjelaskan, salah satu langkah yang sekarang tengah diperkuat di Kota Bogor adalah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).   

Ke depan, sambungnya, upaya ini akan terus diperluas diberbagai wilayah Kota Bogor, karena strategisnya pengelolaan sampah 3R adalah berbasis masyarakat. Strategis pengelolaan sampah 3R memiliki peran yang besar untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya dan menekankan kepada cara pengurangan sampah yang dibuang oleh individu, rumah, atau kawasan.    

Terkait Tata Ruang, dijelaskan, bahwa Pemerintah Kota Bogor telah memiliki Perda No 8 tahun 2011 tentang RTRW Kota Bogor 2011-2031. Keberadaan perda ini telah menjadi payung hukum yang kuat terhadap setiap upaya penetaan ruang di kota Bogor. 

Sedangkan, pasar di Kota Bogor dikelola Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD.PPJ) Kota Bogor. Kebijakan ini telah diatur dala Perda No 4 Tahun 2009 tentang pendirian PD.PPJ. Tujuh pendirian PD.PPJ menjadi bagian tidak terpisahkan untuk melakukan revitalisasi Pasar-Pasar tradisional di Kota Bogor. ALI
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger