' Kos-kosan Diduga Dijadikan Ajang Tempat Prostitusi - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kos-kosan Diduga Dijadikan Ajang Tempat Prostitusi

Kos-kosan Diduga Dijadikan Ajang Tempat Prostitusi

Written By Angga Harja S on Friday, February 22, 2013 | 1:35 PM



CIANJUR(LJ) Bisnis kos-kosan semakin maraknya saja di Cianjur, seiring kemajuannya ada pemanfaatan oleh segelintir orang, yang menjadikan kos-kosan sebagai tempat digelarnya ajang prostistusi terselubung. Hal tersebut dikeluhkan oleh sebagian elemen masyarakat, setidaknya dikatakan Aziz Muslim kepada LINGKAR JABAR, Kamis (21/2).
Menurutnya, menjamurnya tempat kos-kosan tidak diantisipasi pengawasannya oleh pemilik dan Satpol PP. Pasalnya, dari pengamatannya, sejumlah kos-kosan dijadikan tempat ajang prostitusi terselubung. “Melakukan mesum di di kos-kosan, sangatlah aman, tidak ada razia dari aparat Satpol PP, berbeda dengan melakukan mesum di losmen ataupun hotel,”kata Aziz.
Dikatakannya, menjamurnya kos-kosan harus dibarengi dengan pengawasan dari pihak terkait. “Harusnya satpol PP diberi payung hukum semacam Perbup agar Satpol PP dapat melakukan razia ketempat kos-kosan yang diduga marak dijadikan ajang tempat prostitusi,”tegasnya.
Kabid Penertiban Umum Satpol PP Pemkab Cianjur, Teguh Dalu, mengakui, keberadaan kos-kosan di berbagai wilayah yang jumlahnya terus menjamur seiring bertambahnya perusahaan, pabrik dan lembaga pendidikan.

"Kami pernah mendengar kabar ada sejumlah kos-kosan yang dijadikan tempat prostitusi terselubung, namun informasi itu perlu pendalaman lebih jauh, sehingga kami belum bisa melakukan tindakan, katanya.  Namun menyikapi hal tersebut, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap keberadaan kos-kosan tersebut, baik terkait indikasi pergaulan bebas atau mengenai kelengkapan perizinannya. Pasalnya ungkap dia, rumah kos-kosan yang memiliki kamar di atas 10 unit, akan dikenakan pajak daerah, namun terkait hal tersebut, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan pendataan langsung ke lokasi.

"Kami menilai masih ada pemilik kos-kosan yang kena pajak namun belum memenuhi kewajibannya. Terkait hal tersebut perlu koordinasi antar dinas. Kalau mengenai keberadaan kos-kosan memicu tingginya pergaulan bebas, masih perlu pembuktian di lapangan," ujarnya. (rus)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger