' Komisi B Akan Batasi Minimarket Didalam Perda - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Komisi B Akan Batasi Minimarket Didalam Perda

Komisi B Akan Batasi Minimarket Didalam Perda

Written By Angga Harja S on Monday, February 4, 2013 | 7:36 PM


CIREBON (LJ) – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon bakal membatasi keberadaan minimarket yang saat ini sudah menjamur di sejumlah wilayah pemasok udang. Itu dibuktikan dengan mengeluarkan payung hukum berbentuk rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang nimimarket yang saat ini sedang dibahas kalangan wakil rakyat untuk di sahkan menjadi Perda. 

Anggota Komisi B DPRD Kota Cirebon, Hendi Nurhudaya mengakui, keberadaan minimarket di Kota Cirebon bak jamur di musim hujan, sehingga sulit diawasi keberadaannya. Namun, hal itu bisa dimaklumi, sebab hingga saat ini belum ada aturan khusus terkait minimarket tersebut. Karena itu, raperda tentang minimarket ini demi menjaga dan menyelamatkan pedagang kecil di Kota Cirebon. 

“Bila sudah disahkan, perda ini akan dijadikan payung hukum terkait minimarket,” terangnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Selain itu, Hendi menyatakan, pihaknya akan mengusulkan tentang pembatasan minimarket maksimal 30 titik di seluruh Kota Cirebon. Jumlah itupun, lanjut politisi PAN itu, hanya diperbolehkan berada di ruas jalan utama atau ruas jalan besar. Diharapkan tidak akan ada lagi minimarket yang masuk-masuk ke dalam ruas jalan kampung. 
“Karena sangat mengganggu pedagang kecil. Itu yang kami coba antisipasi,” ujarnya.

Hendi mengatakan, akan mencoba memasukkan syarat dan ketentuan dalam mendirikan minimarket baru. Sebab, jika hal itu tidak diatur dengan tegas dan jelas, berpotensi menimbulkan permasalahan baru di kemudian hari. "Ruh atau jiwa pembuatan perda tentang minimarket ini, semata-mata untuk melindungi masyarakat terutama pedagang kecil di Kota Cirebon," paparnya.

Diterangkannya, ide yang akan dimasukkan dalam perda tersebut, dimungkinkan akan disetujui koleganya. Di antara ide lainnya, pembatasan maksimal 30 minimarket itu akan dibagi menjadi per kelurahan. Setidaknya, per kelurahan hanya terdapat satu minimarket. Jika saat ini sudah ada lebih dari 30 minimarket, Hendi meyakini, perda minimarket nantinya akan dapat digunakan pula menjadi payung hukum dalam menertibkan minimarket lainnya.

“Jika sudah terlanjur berdiri, akan kami tertibkan bersama Satpol PP dan pihak terkait lain," tegasnya.

Sementara, Ketua BKI-PKL Kota Cirebon Suhendi mengatakan, pihaknya sangat mendukung langkah pemerintah dan anggota dewan. Alasannya, karena selama ini keberadaan minimarket di sekitar PKL dan pedagang kecil sangat memengaruhi hasil dagangan mereka. 

“Kita dukung penuh langkah pembuatan perda itu (perda minimarket, red),” tukasnya kepada LINGKAR JABAR, Kemarin.

Adanya Perda minimarket nanti, diharapkan dapat mengatur jarak antara pasar tradisional dengan pasar modern sekitar 400 meter. Di samping itu, jarak antara minimarket dengan minimartket lain sekitar 200 meter. 

“Dalam perda minimarket nanti, akan jelas sanksi dan regulasinya,” bebernya.

Saat ini, lanjutnya, sudah ada Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 23 tahun 2010 tentang minimarket. Hanya saja, dalam perwali itu hanya mengatur tentang titik-titik yang boleh dan tidak boleh. Akantetapi tidak ada sanksi tegas.

Hal senada disampaikan Ketua Forum PKL Kota Cirebon, Ade Priyanto. Ia mengaku sangat setuju adanya perda tentang minimarket. Tetapi, keberadaan perda tersebut tetap sangat merugikan pedagang rumahan, pasar tradisional dan PKL. Sebab, yang jadi masalah utama bukan jarak, tetapi waktu. 

“Kami berharap perda tersebut tidak hanya mengatur jarak, namun mengatur juga waktu buka dan tutup, serta jenis barang-barang yang dijual,” harapnya.

Ade juga meminta, konsistensi instansi dan pihak-pihak terkait agar benar-benar melaksanakan perda minimarket dengan sebaik-baiknya. Kenapa, karena tidak menutup kemungkinan, keberadaan perda minimarket menjadi mandul jika tidak dijalankan dengan baik. 

“Perlu keseriusan dan kerja nyata dalam penerapan aturannya. Kita lihat saja nanti perkembangannya akan seperti apa,” tukasnya. EKA/PIP


Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger