' Kepala Desa Rampas Hak Rakyat Miskin - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Kepala Desa Rampas Hak Rakyat Miskin

Kepala Desa Rampas Hak Rakyat Miskin

Written By Angga Harja S on Friday, February 22, 2013 | 1:38 PM



Program Bupati Bogor Rahmat Yasin (RY), dalam membangun rumah-rumah warga yang tidak layak huni (Rutilahu), nampaknya hanya dijadikan ajang mencari keuntungan para aparatnya ditingkat Desa. Padahal, program Rutilahu merupakan janji RY dalam meningkatkan kesejateraan masyarakat dan masuk dalam program pemerintah.

Hal itu terbukti, dengan belum dikerjakannya sebanyak 17 unit rumah warga yang termasuk dalam Rumah Tangga Sasaran (RTS) didesa Cilember, Kecamatan Cisarua oleh sang Kepala desa (Kades). Jika dikalkulasikan, dana rutilahu tahun anggaran 2012 yang masih terparkir di saku Kades mencapai Rp102 juta.

Surat teguran ke-2 dan 3 agar pembangunan fisik ke -17 rumah warga untuk segera dilaksanakan dari pihak kecamatan Cisarua yang bernomor 503/107-Pemb, yang dilayangkan pun seolah tidak berarti bagi sang Kades yang bernama Suhendi Houvenier tersebut.

Bahkan, menurut keterangan dari salah seorang stap pembangunan kecamatan, Kades sempat mengelabui pihak Kecamatan dengan memberikan laporan palsu yakni mengaku telah melakukan pembangunan fisik, namun memberikan foto rumah warga yang lain alias bukan rumah tangga sasaran.

" Kami sudah jengkel dengan ulah Kades ini. Kenapa hingga saat ini pembangunan fisik 17 rumah RTS belum dilakukan, ini kan masuk dalam anggaran tahun 2012," kesal Jajat, kemarin.

Lebih lanjut, Ia mengatakan, pada Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ), Kades Cilember pun menyertakan foto-foto yang bukan hasil pembangunan melainkan foto rumah warga yang lain. Padahal, lanjutnya, kades tersebut pernah membuat pernyataan akan segera melakukan pembangunan fisik.

" Bilama belum juga melakukan pembanguan, maka kades harus mengembalikan seluruh dana yang telah diterima," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala desa (Kades) Cilember, Kecamatan Cisarua, Suhendi Hovenier saat hendak dikonfirmasi tidak berada ditempat. Menurut pengakuan beberapa pegawainya, orang nomor satu di desa tersebut memang jarang masuk kantor." Kepala Desa ga ada mas, memang beliau jarang masuk kantor," jelasnya. Seraya meminta agar namannya tidak dikorankan.Yus
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger