' Diperiksa BK DPR, Anggota Komisi XI DPR Asal Cianjur Membantah Telah Terima Uang - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Diperiksa BK DPR, Anggota Komisi XI DPR Asal Cianjur Membantah Telah Terima Uang

Diperiksa BK DPR, Anggota Komisi XI DPR Asal Cianjur Membantah Telah Terima Uang

Written By Angga Harja S on Friday, February 22, 2013 | 1:34 PM



CIANJUR (LJ) Anggota Komisi XI DPR, Supomo, ketika diperiksa Badan Kehormatan (BK) DPR, membantah tidak menerima uang dari mantan pejabat di Badan Bencana Alam Kabupaten Cianjur, Muhammad Sukarya.
Menurut Ketua BK, Prakosa sa’at dihubungi wartawan mengatakan, Supomo diperiksa terkait dugaan penyelewengan dana bencana Cianjur. “Kemarin (Selasa, 19/2) yang ditanyakan, Supomo mengaku nggak pernah menerima duit dari Sukarya," kata Prakosa.
Dikatakannya, BK mendapat laporan bahwa Supomo dibantu oleh tenaga ahli Haris Hartoyo dan Dikdik. Namun, Supomo membantahnya. Politisi Demokrat itu menjelaskan bahwa Haris sudah diberhentikan sejak 14 Februari 2013. “Seharusnya hari ini BK juga melakukan konfrontasi terhadap Haris. Namun, BK tidak berhasil mendatangkan Hari,”kata dia.
Pada pemeriksaan Haris dua pekan lalu, lanjut Prakosa, staf ahli itu mengakui adanya dana dan menerima sejumlah dana. "Kemudian dia mengatakan ada Dikdik juga menerima itu, yang jelas Pak Supomo telah memberhentikan Haris,"ucapnya.
Menurut Prakosa, dalam kasus tersebut sudah ada potensi pidana yang diindikasikan kepada tenaga ahli. "Haris juga kan sudah mengakui, Dikdik kita undang, kita telepon nggak bisa. Mudah-mudahan tidak lama lagi," ujar Prakosa.
Bila Haris tidak datang, tegasnya, maka BK akan meminta bantuan kepolisian.
Sementara, Supomo sendiri mengaku siap jika kasus tersebut dilimpahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Siap. Saya pastikan saya tidak terlibat sama sekali dalam kasus ini," kata Supomo, kepada wartawan, kemarin.
Supomo juga mengungkapkan dirinya sama sekali tidak menerima fee dari proyek tersebut. "Hehehehe. Setor buat apa. Saya jelek-jelek, mantan pegawai Pemda, masak minta ke orang Pemda. Malu dong," ungkapnya.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, penyelidikan kasus tersebut dilakukan setelah BK DPR mendapat laporan dari mantan pejabat di Badan Bencana Alam Kabupaten Cianjur, Muhammad Sukarya.
Kemudian BK DPR memanggil dan meminta keterangan dari Herdian Aryanto, salah seorang staf tenaga ahli dari Radityo Gambiro, Wakil Ketua Komisi VIII dari Fraksi Partai Partai Demokrat.
Berdasarkan keterangan pelapor, pihaknya memberikan dana sebesar Rp1,5 miliar kepada Haris Hartoyo, yang merupakan staf tenaga ahli anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Demokrat, Supomo.
Sejumlah uang tersebut diberikan untuk bantuan dana bencana di Kabupaten Cianjur. Ternyata janji itu tak terpenuhi. Bahkan, Pemkab diminta mengeluarkan uang Rp 2 miliar untuk dana verifikasi proposal dana bencana.
Menurut Mantan Pejabat BPBD kabupaten Cianjur, Muhamad Sukarya, awalnya dirinya meminta Supomo untuk membantu mengurus pencairan bantuan dana bencana tahun anggaran 2012. Supomo menyanggupi permintaan ini. Namun, karena dana bencana ini bukan merupakan bidang Komisi Keuangan, Supomo lalu meminta bantuan Gondo Radityo Gambiro.
“Meskipun uang sudah diberikan, rupanya dana bantuan yang sudah diberikan tidak kunjung dicairkan.”kata Sukarya, Kamis (21/2).  (rus)
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger