' Tuntaskan Konflik, Menpora Ancam Hapus PSSI - KPSI - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Tuntaskan Konflik, Menpora Ancam Hapus PSSI - KPSI

Tuntaskan Konflik, Menpora Ancam Hapus PSSI - KPSI

Written By Angga Harja S on Monday, January 21, 2013 | 7:00 AM


BOGOR (LJ) - Baru beberapa hari menjabat, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo sudah terfokus pada upaya menyelesaikan kisruh yang terjadi di kancah sepakbola nasional. Roy pun menyatakan telah menyiapkan langkah jika konflik berkepanjangan antara lembaga Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI) tak juga selesai sampai akhir Januari ini.

"Supaya tahu ya, ada tiga prioritas yang diminta presiden kepada saya, salah satunya menyelesaikan persoalan di PSSI," kata Roy Suryo kepada wartawan, Sabtu (19/1). Pakar teknologi informasi ini menuturkan, penyelesaian persoalan PSSI dan KPSI sangat mendesak. Sebab Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah memberi batas waktu sampai dengan 16 Februari 2013, sedangkan FIFA memberi batas waktu hingga 30 Maret 2013.

"Mohon maaf, tapi yang sudah dilakukan pendahulu saya tidak akan saya pakai. Misalnya kalau sudah ada Memorandum of Understanding (MoU) maka tinggal saya teruskan saja," kata dia seraya menambahkan, dengan waktunya sebagai menteri yang hanya 22 bulan, ia akan mempertegas MoU yang sudah dibuat itu.

Dalam kaitan penyelesaian konflik PSSI-KPSI, Roy menegaskan akan mempertemukan tokoh yang dinilai sangat berperan untuk kedua organisasi, yakni konglomerat pemilik kelompok usaha perminyakan Grup Medco, Arifin Panigoro dan konglomerat salah satu pemilik kelompok bisnis Bakrie Grup, Nirwan D Bakrie. "Saya akan temui kedua tokoh tersebut dan tanya masukan soal penyelesaian permasalahan bagi PSSI-KPSI," kata Roy Suryo. 

Ia juga menanyakan kelanjutan soal MoU yang telah dibuat sebelumnya, apakah masih mungkin menyelesaikan konflik yang masih tak kunjung selesai. Roy menambahkan, kalau memang Arifin dan Nirwan tetap tak bisa disatukan, akan dipilih salah satu. "Kalau salah satu juga tetap tak bisa jalan, ya tidak kedua-duanya. Control-alt-del lalu format (sistem penghapusan permanen di komputer, Red)," Roy.

Namun, dia menambahkan, pemerintah tentu tidak akan begitu saja hadir lantas menghapus persoalan yang tak selesai. Sebelum melangkah ke keputusan paling buruk, ia mengatakan pasti sudah ada langkah antisipasi. Misalnya, tokoh dan lembaga pengganti. "Siapa dan apa penggantinya ya itu nanti saya serahkan kepada rakyat, suara rakyat," kata dia.

Menurutnya lagi, prestasi olahraga seperti sepak bola sudah bukan saatnya lagi dirundung dengan persoalan organisasi yang tak kunjung rampung. Terlebih saat ini Indonesia harus segera membentuk tim nasional untuk persiapan pra-Piala Asia Australia 2015 dan SEA Games Myanmar 2013. "Ya tentu kita harus benahi dulu organisasinya, baru tim nasionalnya,: imbuh Roy.

Sebelumnya, sesaat setelah ditetapkan Presiden Yudhoyono menjadi Menpora, Roy sempat menyebut bahwa kisruh saat ini adalah akibat konflik dua pengusaha besar. "Di atas keduanya (PSSI-KPSI) ada dua pengusaha besar yang saling mencengkeram. Saya buka ajalah, enggak ada ragu-ragunya," kata Roy ketika itu. Namun, saat ditanya siapa kedua pengusaha dimaksud, Roy enggan mengatakan. 

Menurutnya, masyarakat sudah tahu siapa yang ada di balik PSSI dan KPSI. Lebih jauh, Roy membantah kalau konflik tersebut terkait dengan politik atau partai. Menurut Roy, kisruh sepak bola Indonesia lebih pada perebutan pengaruh dua orang yang punya kekuatan. "Bisnis sepak bola kan sangat besar, dan kalau dibiarkan merugikan masyarakat Indonesia," ujar Roy. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger