' Tim Nasional Tetap Harus Dikendalikan PSSI - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Tim Nasional Tetap Harus Dikendalikan PSSI

Tim Nasional Tetap Harus Dikendalikan PSSI

Written By Angga Harja S on Thursday, January 10, 2013 | 7:00 AM


BOGOR - Ketua Umum Pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin Hussein menegaskan bahwa tim nasional Indonesia harus tetap di bawah kendali PSSI. Pernyataan dari Djohar ini berkaitan dengan pernyataan pihak KONI serta tim task force Menpora yang berencana akan mengambil alih penanganan timnas.

"Jika timnas dikelola task force atau KONI jelas tak ada dasarnya," kata Djohar Arifin Husin usai bertemu Pelaksana Tugas Menpora Agung Laksono seperti dilansir kantor berita negara Antara, kemarin. Pada kesempatan itu, Djohar juga menegaskan bahwa federasi yang sah dan diakui oleh AFC dan FIFA adalah PSSI. 

Dengan demikian, PSSI berhak membentuk timnas yang akan turun pada laga resmi maupun ujicoba yang telah diagendakan sebelumnya. Saat ini timnas tengah melakukan training center di Medan dalam rangka persiapan menghadapi Kualifikasi Piala Asia 2015. Selain itu, timnas Indonesia juga akan turun di ajang SEA Games yang digelar di Myanmar. 

Terkait dengan upaya penyelesaian konflik, Djohar Arifin juga menyampaikan jadwal kunjungan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) ke Indonesia pada hari ini, Kamis (10/1). Pelaksana tugas Presiden AFC, Zhang Jilong, dan Sekretaris Jenderal, Alex Soosay, akan menjadi perwakilan AFC. "Mereka berangkat dari Zurich dan mungkin akan tiba besok sore," kata Djohar.

AFC memang mengagendakan kunjungan ke Jakarta saat rapat Komite Eksekutif Federasi Sepak bola Internasional (FIFA) di Tokyo pada 14 Desember 2012, setelah penyelesaian konflik di Indonesia dialihkan ke AFC. Djohar menjelaskan PSSI telah menyusun agenda pertemuan dengan AFC. Salah satu agendanya, memaparkan perkembangan konflik yang terjadi dalam persepakbolaan Tanah Air.

"Mereka hanya sehari di sini. Jadi, saya tak tahu agenda lain. Tetapi, kalau tidak salah, mereka juga akan bertemu Komite Olimpiade Indonesia (KOI)," tutur Djohar. Dengan kunjungan AFC ke Indonesia, Djohar berharap AFC bisa menyaksikan langsung konflik yang terjadi di Indonesia. "Sebenarnya, mereka sudah mengetahui langkah yang kami lakukan. Sekarang, kami memaparkan perkembangan kondisinya saja," bebernya.

Satu Tim Nasional

Seperti diketahui, Pelaksana Tugas Menpora Agung Laksono mengungkapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membentuk tim baru yang berfungsi untuk menentukan masa depan timnas hingga penyatuan dua kompetisi yang ada saat ini yaitu IPL dan ISL. "Tim ini akan mulai berkerja pada Rabu (9/1). Tim ini berbeda dengan Task Force," kata dia.

Menurut dia, tim yang baru dibentuk ini akan dipimpin oleh Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dalam hal ini Haryo Yuniarto serta beranggotakan perwakilan dari IPL, ISL maupun pemerintah. Perwakilan dari PSSI adalah Widjajanto, Sihar Sitorus dan Saleh Mukadar. Untuk perwakilan ISL adalah Joko Driyono sedangkan perwakilan pemerintah adalah Djoko Pekik Irianto serta Tunas Dwidharto.

"Timnas adalah embrio rekonsiliasi. Jadi harus diperkuat oleh pemain-pemain terbaik Indonesia yang ada saat ini," kata Agung seraya  menambahkan pihaknya bersama dengan PSSI maupun pihak yang lagi berselisih telah bersepakat jika timnas yang akan turun di event internasional adalah satu.

Khusus untuk kompetisi, kata Agung, telah disepakati jika tahun ini semuanya berjalan sesuai dengan jadwal yang ada. Namun untuk musim kompetisi 2014 dua kompetisi yang ada harus melebur menjadi satu. "Kompetisi ini harus berada dalam yuridiksi PSSI. Khusus untuk timnas harus dicarikan pola yang tepat. Makanya harus dikoordinasikan lebih jauh," pungkasnya. CPS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger