' Soal Buku LKS Dewan Panggil Kadisdik Kota Bogor - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Soal Buku LKS Dewan Panggil Kadisdik Kota Bogor

Soal Buku LKS Dewan Panggil Kadisdik Kota Bogor

Written By Angga Harja S on Monday, January 28, 2013 | 7:00 AM


BOGOR (LJ) - DPRD Kota Bogor, Jawa Barat, pihaknya akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor terkait maraknya beredaran buku Lembar Kerja Siswa (LKS) di Kota Hujan.

"Kami akan segera memanggil Kadisdik Kota Bogor untuk meminta penjelasan. Dan permasalahan ini, saya akan rapatkan dengan komisi D, untuk bahas munculnya buku LKS di tingkat SDN dan SMP," kata Oyok Sukardi anggota DPRD Kota Bogor dari komisi D praksi partai Golkar, kepada LINGKAR JABAR, di Kantor DPRD, Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah, kemarin.

Oyok mengatakan, rencananya pemanggilan Kadisdik tersebut, secepatnya akan dilakukan. Bila memang terbukti LKS ini, menjadi keluhan oleh para orang tua siswa, maka Dewan akan secepatnya memproses terkait permasalahan itu. "Kami ingin mengetahui tentang maraknya penjualan buku LKS serta asal-usul keberadaan buku LKS di sekolah," ujarnya.

Sebelumnya, salah seorang tua siswa SDN di Kecamatan Bogor Utara, yang namanya tidak mau ditulis dikoran ini kepada LINGKAR JABAR menuturkan, selama ini keberadaan buku LKS sangat meresahkan orang tua siswa, serta tidak ada pemberitahun dari pihak sekolah tentang buku LKS, namun tiba-tiba sejumlah siswa-siswi harus membeli buku LKS.

"Usai pulang sekolah, anak saya tiba-tiba menangis harus membeli buku LKS yang disuruh oleh gurunya. Jumlahnya dari buku paket sejumlah pelajaran. Lalu mau tidak mau, anak saya harus beli, karena teman sekolahnya sudah membelinya dengan jumlah harga buku yang sudah ditentukan oleh pihak guru atau pihak sekolah," ujar dia kepada LINGKAR JABAR, usai menjemput anaknya di Sekolah.

Ia menjelaskan, menyekolahkan anaknya di SD tersebut, ingi anaknya mendapatkan pendidikan yang pantas bukan harus membeli buku LKS seharga Rp63.000,-. "Saya kaget, masa harus membeli sih, kan sekolah itu telah disubsidi oleh pemerintah baik dari dana BOS maupun yang lainnya, kenapa sekolah itu harus menyuruh anak-anak membelinya?," kesalnya.

Meskipun keberatan dengan penjualan buku tersebut, ia terpaksa tetap membelinya, karena dia khawatir jika buku tersebut tidak dibelinya, anak akan mendapat tekanan dari pihak sekolah.

Sementara itu, salah satu sekolah di Kecamatan Bogor Utara, yang telah menjual buku LKS secera terang-terangan kepada orang tua siswa. "Sekolah hannya menindak lanjuti saja. Karena buku LKS ini, telah diminta oleh para orang tua siswa," dalih, Sri Prihatin Ningsih Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Cimahpar 2 kepada wartawan.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fetty Qondarsyah, ketika dikonfirmasi LINGKAR JABAR mengenai maraknya penjualan buku LKS di sekolah Kota Bogor mengatakan, pihaknya akan memanggil pihak sekolah untuk memberikan penjelasan terhadap keberadaan buku LKS tersebut, yang telah menjual oleh pihak sekolah. "Saya akan memanggil Kepsek yang telah berani menjual LKS secara diam-diam di sekolah," ungkapnya.

Sekedar diketahui, sejumlah orangtua dari beberapa sekolah di Kota Bogor, Jawa Barat, mengeluhkan adanya penjualan buku LKS  yang dilakukan oleh oknum guru dan pihak sekolah, meski dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No 2 Tahun 2008 tentang Buku, dengan jelas disebutkan guru dilarang menjual buku kepada siswanya. ALI
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger