' Soal Buku LKS, Dewan Panggil Kadisdik Kota Bogor - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Soal Buku LKS, Dewan Panggil Kadisdik Kota Bogor

Soal Buku LKS, Dewan Panggil Kadisdik Kota Bogor

Written By Angga Harja S on Tuesday, January 15, 2013 | 6:43 PM

BOGOR (LJ) - DPRD Kota Bogor, Jawa Barat, akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor terkait beredaran buku Lembar Kerja Siswa (LKS) di Kota Hujan. 

"Kami akan segera memanggil Kadisdik Kota Bogor untuk meminta penjelasan. Dan permasalahan ini, saya akan rapatkan dengan komisi D, untuk bahas munculnya buku LKS di tingkat SDN dan SMP," kata Wakil Ketua komisi D DPRD Kota Bogor dari praksi PDI.P Ujang Sugandi, kepada LINGKAR JABAR. 

Menurut Ujang, rencananya pertemuan dengan Kadisdik Kota Bogor secepatnya akan dilakukan. Bila memang terbukti LKS ini, menjadi keluhan para orang tua murid, maka Dewan akan secepatnya memproses terkait permasalahan ini. "Kami ingin mengetahui asal-usul LKS itu," tegasnya. 

Salah satu orangtua siswa SDN di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Fifit kepada LINGKAR JABAR mengatakan, selama ini memang tidak ada pemberitahun dari pihak sekolah tentang buku LKS, namun tiba-tiba, anaknya harus membeli buku LKS tersebut. 

"Usai pulang sekolah, anak saya tiba-tiba menangis harus membeli buku LKS yang disuruh oleh gurunya. Jumlahnya ada delapan, terdiri dari buku paket sejumlah pelajaran. Lalu mau tidak mau, anak saya harus beli, karena teman sekolahnya sudah membelinya dengan jumlah harga buku yang sudah ditentukan oleh pihak guru atau pihak sekolah," ujar dia kepada LINGKAR JABAR, usai menjemput anaknya di Sekolah. 

Ia menjelaskan, menyekolahkan dua anaknya di SD tersebut. Anaknya yang kelas tiga harus membayar buku LKS seharga Rp63.000,- dan anaknya yang kelas enam Rp63.000,-. "Saya kaget, masa harus membeli sih, kan sekolah itu telah disubsidi oleh pemerintah baik dari dana BOS maupun yang lainnya, kenapa sekolah itu harus menyuruh anak-anak membelinya?," kesalnya. 

Meskipun keberatan dengan penjualan buku tersebut, ia terpaksa tetap membelinya, karena dia khawatir jika buku tersebut tidak dibelinya, anak akan mendapat tekanan dari pihak sekolah. 

Sementara itu, salah satu sekolah di Kecamatan Bogor Utara, yang telah menjual buku LKS secera terang-terangan kepada orang tua siswa. "Sekolah hannya menindak lanjuti saja. Karena buku LKS ini, telah diminta oleh para orang tua siswa," dalih, Sri Prihatin Ningsih Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Cimahpar 2 kepada wartawan.

Sekedar diketahui, sejumlah orangtua dari beberapa sekolah di Kota Bogor, Jawa Barat, mengeluhkan adanya penjualan buku LKS  yang dilakukan oleh oknum guru dan pihak sekolah, meski dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No 2 Tahun 2008 tentang Buku, dengan jelas disebutkan guru dilarang menjual buku kepada siswanya. ALI


Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger