' Saksi BPN Tak Hadir, Sidang PT Condong Gagal - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Saksi BPN Tak Hadir, Sidang PT Condong Gagal

Saksi BPN Tak Hadir, Sidang PT Condong Gagal

Written By Angga Harja S on Monday, January 28, 2013 | 7:00 AM


GARUT (LJ)-Sidang pengrusakan kebun jarak yang diklaim milik  PT.Condong Garut versus terdakwa Yayat dan Endi belum menemukan titik penjelasan. Karena pada sidang sebelumnya, saksi dari pihak BPN tidak menghadiri persidangan sehingga menyebabkan sidang mengalami penundaan.

Tidak hadirnya saksi dari pihak BPN disesalkan Johan Jauhari, kuasa hukum kedua terdakwa. Dia menilai, saksi tidak menghargai pengadilan,atau sama dengan penghinaan terhadap pengadilan.

“ Majelis Hakim punya otoritas untuk membatalkan atau mempercepat persidangan, dan tentunya berdasarkan kesepakatan dengan pengacara dan jaksa penuntut," jelasnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Sebagai pengacara terdakwa, menurut  H.Johan,pihaknya berpedoman terhadap Undang-Undang Advokat yang berisi bahwa pengacara , Hakim,Jaksa tidak boleh mengomentari pokok perkara yang sedang dalam proses  persidangan, kecuali jika sudah ada keputusan tetap atau vonis.

Dalam kasus yang ditanganinya itu, Johan Johari menilai adalah yang wajar bila jaksa penuntut kekeuh membawa masalahnya sebagai pidana pengrusakan kebun jarak. Karena, memang tugasnya untuk melakukan pembuktian kejadian."Sedangkan kami, dari pihak pengacara juga sangat wajar kalau ikut ngotot agar kasus ini dapat sesuai dengan dakwaan jaksa. Sekarang, tinggal hati nurani majelis hakim untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah," jelasnya.Seraya berharap, Majelis Hakim bisa mendengarkan bukti-bukti dalam persidangan serta saksi-saksi yang menerangkan ,” ujarnya.

Sementara saksi Elon Sujatna dari pihak masyarakat menyatakan, persidangan sarat dengan rekayasa, salah satu contoh bahwa orang-orang yang ada di BAP, semuanya pernyataannya digugurkan alias tidak dipakai didepan persidangan pengadilan. Berikutnya, barang bukti di polres dan lainnya juga telah dihilangkan oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum).

Selanjutnya, Jaksa Penunntut Umum tidak mau bebicara soal tanah, tapi cendrung mengangkat masalah kerusakan tanaman jarak. Padahal kerusakan pohon jarak itu, berkaitan dengan kerusakan tanah. "Kalau saya berbicara masalah perusahaan ini perdata nya harus diselesaikan dulu . Seharusnya JPU di pengadilan menyelesaikan bidang perdatanya," jelasnya.

Padahal lanjut saksi, soal pidana tanah masyarakat sudah diakui oleh PT.Condong Garut . Apalagi masyarakat mempunyai bukti otentik kepemilikan tanah yang dikeluarkan oleh lembaga negara yaitu BPN. "Saya menduga persidangan ini telah terjadi kongkalikong antara pihak perkebunan  PT. Condong dan pihak JPU,” ungkap Elon Sujatna berapi-api.

Seharusnya tandas Elon, kalau ditinjau dari kejadian sidang ini dihentikan , maka dirinya lebih setuju untuk menguntungkan kedua pihak dan untuk memisahkan komplain yang sudah terjadi selama 40 tahun. Sebagai saksi dari pihak masyarakat, dia akan memberikan kesaksian yang sebenarnya dan menerangkan silsilah tanah.

"Dulu sewaktu masih dikuasai oleh Belanda, hubungan dengan masyarakat berjalan harmonis. Tetapi, setelah dipegang oleh  PT.Condong  malah sebaliknya . Arogansi PT Condong yang dipimpin oleh H.Heri begitu ketara. Seperti kejadian  di Pasir  Bawang, hanya persoalan warga menebang jarak dipermasalahkan tapi kalau pihak mereka menebang pohon jarak siapa yang mau dimasalahkan.Termasuk kasus kejadian di Desa Tegal Gede Kecamatan Pakenjeng blok pasir bawang," paparnya.(JUL/BDN)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger