' Rivalitas Heryawan - Dede Yusuf Ganggu Roda Pemerintahan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Rivalitas Heryawan - Dede Yusuf Ganggu Roda Pemerintahan

Rivalitas Heryawan - Dede Yusuf Ganggu Roda Pemerintahan

Written By Angga Harja S on Tuesday, January 22, 2013 | 7:00 AM


BANDUNG (LJ) - Rivalitas dalam proses Pemilihan Gubernur - Wakil Gubernur (Pilgub) Jabar antara Ahmad Heryawan dengan Dede Yusuf Macan Effendi rupanya berpengaruh besar pada keharmonisan kedua sosok sentral di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar itu. Indikatornya, Dede Yusuf yang menjabat Wakil Gubernur tak lagi dilibatkan dalam membuat kebijakan dan keputusan memutasi pejabat di lingkungan Pemprov Jabar.

Kubu Tim Pemenangan Dede Yusuf melontarkan pernyataan bahwa Dede sama sekali tidak dilibatkan atau diajak bicara Gubernur Jabar Ahmad Heryawan ketika melakukan mutasi ratusan pejabat Eselon 2, 3, dan 4 di lingkungan Pemprov Jawa Barat (Jabar) pada Jumat (18/1) lalu.

Ketua Tim Koalisi Babarengan, Didin Supriadin memperkirakan kemungkinan mutasi ini bermotif politik untuk kepentingan pilgub Jabar. Tindakan itu juga tidak semestinya dilakukan, karena sangat tak etis melakukan kebijakan strategis menjelang masa cuti menghadapi Pilgub.

"Tak etis gubernur mengambil langkah strategis di masa yang sensitif seperti sekarang, apalagi wagub tidak diajak bicara sama sekali," ujar Didin kepada wartawan, akhir pekan kemarin. Didin menyayangkan, Heryawan tak peka terhadap situasi politik yang berkembang ketika menghadapi Pilgub. "Dengan alasan apapun yang dikemukakan gubernur, kuat dugaan, mutasi kali ini kental dengan muatan politis," tegas Didin.

Ketika ditanyakan, bukankah Wagub Jabar Dede Yusuf Macan Effendi, sebagai dewan jabatan dan kepangkatan ikut bertanggung jawab dalam mutasi jabatan, Didin mengatakan, Ia sudah mengonfirmasi, wagub tak ikut memaraf keputusan ini. "Dede Yusuf sangat peka terhadap persoalan ini, sehingga ia tak memaraf keputusan mutasi jabatan. Boleh jadi itu juga sebagai bentuk protes atas ketidaksetujuan terhadap SK Gubernur," paparnya.

Terkait dengan mutasi ini, banyak pihak yang menduga bahwa rotasi para pejabat itu erat kaitannya dengan Pilgub. "Wajar memang jika kemudian masyarakat menduga-duga Pak Heryawan ingin mengamankan posisinya dengan menempatkan loyalis di posisi strategis dan menyingkirkan yang dianggap tak membantunya dalam pilgub," kata Didin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Ahmad Heryawan melantik dan mengukuhkan para pejabat di lingkungan provinsi Jabar. Pelantikan diberikan bagi pejabat yang mengisi posisi baru. Sementara pengukuhan bagi pejabat lama yang mengalami perubahan istilah jabatan. Sebanyak 40 orang pejabat eselon II, III, dan IV dilantik menduduki posisi baru. 

Sedangkan sebanyak 130 pejabat kembali dikukuhkan karena adanya perundangan yang baru. "Jabatannya sama, tupoksinya sama, orangnya sama, cuma ada perubahan istilah di jabatannya saja. Beberapa OPD mengalami perubahan istilah. Karena amanat undang-undang, ya kita kukuhkan," jelas Heryawan dalam siaran persnya, akhir pekan kemarin.

Gubernur berharap para pejabat baru ini bisa bekerja maksimal dalam melayani masyarakat. "Bekerjalah profesional, tunjukkan loyalitas pada negara, dan rasakan bahwa ini adalah tugas mulia," tuturnya seraya mengajak para pejabat baru bisa bekerja sama dengan semua jajaran termasuk dengan kepala daerah. Karena keberhasilan pembangunan daerah ada di tangan mereka.

Dengan asa profesionalitas, Aher meminta para pejabat tidak usah khawatir bila ada rotasi jabatan. Pasalnya, semua jabatan memiliki jenjang tanggungjawab dan kesejahteraan yang sama. "Dulu kan ada istilah jabatan basah dan jabatan kering, kini dengan TPP sama saja. Semua jabatan adalah basah atau semuanya kering. Jadi tetaplah bekerja maksimal. Selamat bekerja, selamat mengukir prestasi," tandasnya. FER/ HER
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger