' Proyek RTLH di Kabupaten Cianjur Dipermasalahkan - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Proyek RTLH di Kabupaten Cianjur Dipermasalahkan

Proyek RTLH di Kabupaten Cianjur Dipermasalahkan

Written By Angga Harja S on Monday, January 28, 2013 | 7:00 AM


CIANJUR (LJ)-Proyek bantuan rehab untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dari Kementrian Perumahan dan Pemukiman Rakyat, melalui Dinas Tataruang dan Pemukiman (Distarkim) Kabupaten Cianjur, untuk 950 rumah se Kabupaten Cianjur dipermasalahkan.

Pasalnya, dana yang digelontorkan dari APBN tahun 2012  dan pelaksanaannya bulan Januari 2013 ini, masing-masing rumah mendapatkan bantuan sebesar Rp 6 juta.Namun, pencairannya tidak dilakukan secara utuh melainkan dibagi menjadi 2 tahap.Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan, dana untuk tiap rumah sebesar Rp 6 juta, dibagikan dalam 2 tahap, yang disalurkan melalui rekening milik warga penerima bantuan.

Sekretaris Desa Sukaraharja, Dedi Mulyadi, ketika dikomfirmasi LINGKAR JABAR, mengatakan, pengalokasian dana tersebut sudah sesuai dengan petunjuk dari Distarkim. “Sa’at mensosialisasikannya, saya dengar sendiri bahwa penerima paling lambat hanya memegang uang pencairan paling lama 2 jam, kemudian harus dikembalikan kepada pengelola. Warga penerima hanya mengusulkan kebutuhan bahan bangunan, ditakutkan apabila dipegang warga, takut uangnya tidak digunakan, namun ketika adanya penyelewengan dan pemotongan sampai sa’at ini saya tidak mengetahuinya,”kata Dedi.

Deni, salah seorang penerima bantuan RTLH, warga Kampung Puncak Gombong, mengatakan kalau ada oknum meminta jatah. “Pada tahan pertama semestinya diterima Rp 3 juta, terpaksa diberikan kepada oknum tersebut sebesar Rp 1,2 juta, saya Cuma terima Rp 1,8 juta,”terangnya.

Hal senada dikatakan salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya, kalau pihaknya hanya menerima Rp 300 ribu dari Rp 3 juta. “kata oknum tersebut, segala belanja matrial bangunan dikoordinir oleh oknum, sementara harganya lebih mahal dari harga umum,”ujar dia.

Kasi Perumahan dan Pemukiman Distarkim kabupaten Cianjur, Tatang, kepada LINGKAR JABAR, mengakui kalau dana tersebut dicairkan melalui rekening warga penerima bantuan. “Pada pelaksanaannya supaya berjalan dengan baik, kami menyarankan agar dana tersebut benar-benar dilaksanakan untuk merehab rumah, sehingga pengadaan matrial bangunan dilakukan oleh ketua kelompok,”kata Tatang, ketika ditemui diruang kerjanya,baru-baru ini.

Tatang juga menegaskan, kalau pihaknya tidak menerima sepeserpun setoran dari kelompok. “Tidak benar saya menerima setoran tersebut,”ucapnya.

Dilanjutkannya, kalaupun pada pelaksanaannya bermasalah, pihaknya tidak akan mencairkan bantuan tahap keduanya. “Sisa dana bisa dikembalikan lagi ke pusat, kalau ternyata program ini bermasalah,”tegas Tatang.

Menyikapi hal tersebut, Ketua forum Masyarakat Cerdas Cianjur, R. Saudin, mengatakan, digelontorkannya dana tersebut, tujuan awalnya adalah bagus untuk memperbaiki rumah yang tidak layak huni bagi warga yang tidak mampu. “Tetapi satu sisi, bisa dimanfaatkan untuk meraup keuntungan oknum, misalnya mengadaan matrial bangunan yang harganya lebih mahal dari harga pasaran, bisa jadi salah seorang oknum adalah pengusaha, sehingga memanfa’atkan moment ini untuk usaha,”katanya.

Dia meminta agar pihak penyidik seperti Kejaksaan dan Kepolisian segera memanggil dan memeriksa oknum Distarkim dan oknum dilapangan. “Bisa jadi mereka kongkalikong meraup keuntungan pribadi sebesar-besarnya,”ujar Saudin. (RUS)

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger