' PP Baru Tekan Peredaran Rokok di Indramayu - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » PP Baru Tekan Peredaran Rokok di Indramayu

PP Baru Tekan Peredaran Rokok di Indramayu

Written By Angga Harja S on Monday, January 28, 2013 | 7:00 AM


INDRAMAYU (LJ) - Rancangan Peraturan Presiden yang telah dinanti-nanti selama 3 tahun akhirnya ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pada tanggal 24 Desember 2012 lalu dan menjadi PP Nomor 109 Tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan. Meski terlambat, karena seharusnya disahkan setahun setelah UU kesehatan mengamanatkan, hal ini merupakan langkah awal yang baik bagi Bangsa Indonesia dalam melindungi masyarakatnya dari bahaya adiksi rokok serta menjadi daya baru perwujudan komitmen negara, menghormati, melindungi, memenuhi, menjunjung tinggi hak azasi manusia atas kesehatan.

“Sosialisasi PP ini harus segera digencarkan kepada masyarakat tentang pengamanan produk tembakau, disamping ada beberapa aturan didalamnya, mulai dari peringatan bergambar hingga larangan untuk menyuruh anak membeli rokok,” jelas Soimalia Mahar, Ketua Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) Kabupaten Indramayu, belum lama ini disekretariat Jalan RA. Kartini Indramayu.

Dikatakan Soimah, amanat dalam Peraturan Presiden tersebut adalah, bagaimana upaya pemerintah dalam memberikan  regulasi bahaya rokok bagi masyarakat, seperti tulisan peringatan kesehatan gambar dan tulisan sebesar 40% di bungkus rokok sebagai informasi bahaya rokok dalam bentuk gambar. Penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di 7 kawasan, yaitu pelayanan kesehatan (RS, klinik, dll), tempat proses belajar mengajar (sekolah, tempat kursus, dll), tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum.

”Ditempat-tempat tersebut dilarang memproduksi, menjual, mengiklan dan promosi. Sementara untuk tempat kerja diperbolehkan menyediakan tempat merokok, yaitu di ruangan terbuka yang berhubungan langsung dengan udara luar,” paparnya.

Soimah menambahkan, disamping persoalan bahaya yang terjadi akibat rokok  sebagai konsumsi masyarakat  ke 2 setelah beras, pihaknya juga memberikan penjelasan tentang aturan iklan rokok supaya anak2 tidak lagi melihat iklan rokok yg menyesatkan. Tidak boleh ada iklan rokok yg bersifat mengajak merokok dan pengaturan tempat iklan rokok, disebabkan budaya yang sulit untuk dihilangkan  pengeluaran untuk membeli rokok  yang diperlukan masyarakat setara dengan 2 kali biaya membeli daging, 7 kali membeli buah-buahan, 6 kali membayar biaya pendidikan, 5 kali membeli susu dan telur dan 5 kali membayar biaya biaya kesehatan.

”Jika penduduk Indramayu berjumlah 1.700.000 jiwa, rumus yang diterapkan menurut Lembaga Demografi Universitas Indonesia (LDUI) dan Komnas Pengendalian Tembakau (Komnas PT) minimal seperempatnya adalah pelaku perokok. Jadi hitungannya adalah sebagai berikut. Diketahui jika jumlah penduduk Indramayu = 1.700.000 jiwa, maka 1/4 dari jumlah penduduk adalah pelaku perokok = 1.700.000 : 4 = 425.000 Adalah jumlah pelaku perokok, Jika harga rata-rata minimal rokok per bungkus misalnya = Rp. 10.000 X (Rp) = 425.000 x 10.000 X (Rp) = 4.250.000.000,- Jadi Kabupaten Indramayu telah membakar uangnya setiap hari sebanyak Rp. 4.250.000.000,- coba anda bayangkan jika dikalikan sebulan berapa? Dikalikan satu tahun berapa? Sungguh, angka yang sangat fantastis,” terangnya.

Soimah berharap, disahkannya PP 109 tahun 2012 ini, Kabupaten Indramayu segera membuat atau mengeluarkan aturan atau perda tentang larangan rokok maupun regulasi tentang KTR. Itu dilakukan untuk melindungi masyarakat dari adiksi nikotin rokok, sehingga dapat mengurangi angka kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengendalian tembakau/rokok di Kabupaten Indramayu.

“Mari kita jaga anak-anak kita, wanita hamil, dan perempuan. Bantu pemerintah utk menegakkan, melaksanakan dan mengawasi perusahaan rokok dlm memasarkan produknya. Mari hindarkan keluarga kita dari risiko penyebab penyakit, kematian, kemiskinan, kerusakan generasi. Galakkan Indonesia sehat dan berprestasi,” Paparnya

Gerakan Kampanye Anti Rokok di Kabupaten Indrayu dilaksanakan oleh WITT, Indramayu Sehat Tanpa Rokok (ISTR) dan Lembaga Advokasi Konsumen Indramayu (LAKI) serta para penggiat lainnya.

"Untuk rekan-rekan penggiat pengendalian tembakau/rokok di Indonesia yang telah bekerja keras menguapayakan PP ini terwujud, kita ucapkan terimakasih," tukas Soimah. IHS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger