' Pemkot Cirebon Diminta Ikut Tangungjawab - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Pemkot Cirebon Diminta Ikut Tangungjawab

Pemkot Cirebon Diminta Ikut Tangungjawab

Written By Angga Harja S on Tuesday, January 15, 2013 | 7:00 AM

CIREBON (LJ) - Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Sapto Hartoyo minta Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon tidak lepas tangan dan ikut bertangungjawab terhadap keberadaan para pedagang asongan pasca ditertibkan. Pasalnya, dampak sosial yang dialami pedagang usai dilakukan penertiban harus segera dicarikan solusinya.

"Tinggal sekarang apa yang akan dilakukan oleh Pemkot Cirebon dalam mengatasi dampak sosial tersebut. Karena sebenarnya pedagang asong bukanlah tanggungjawab PT KAI melainkan pemerintah," ujarnya kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Meski bukan tanggungjawab pihaknya, Sapto mengatakan, PT KAI Daop 3 Cirebon telah mempekerjakan sebanyak 30 pedagang dijadikan porter stasiun.

"Upaya tersebut dilakukan sebagai salah satu cara mengatasi dampak sosial yang mungkin terjadi dengan adanya penertiban tersebut," jelasnya.

Menurut dia, kedepannya PT KAI bekerja sama dengan CSR BUMN juga akan melakukan pelatihan kepada para pedagang asong. "Kami berharap nantinya mereka bisa beralih profesi," ucapnya.

Terkait langkah PT KAI Daop 3 Cirebon menertibkan pedagang yang berjualan di stasiun, semata-mata untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada penumpang kereta api.

"Rasa nyaman dan aman itu harus kami jamin, baik di stasiun maupun di atas KA selama dalam perjalanan," papar Sapto.

Dasar hukum penertiban pedagang asong pun, lanjutnya, mengacu kepada UU No. 23/2007 tentang Perkeretaapian dan Peraturan Pemerintah No. 53/2009, tentang Lalulintas dan Angkutan Kereta Api.

"Aturan secara jelas menyebutkan bahwa setiap orang dilarang masuk peron stasiun kecuali petugas KA dan penumpang yang memiliki tiket kereta api," paparnya.

Aturan lainnya seperti Peraturan Menteri Perhubungan No 9/2011, tentang Standar Pelayanan Minimum untuk Angkutan Orang dengan KA serta Instruksi Direksi PT KAI No. 2/LL.006/KA-2012, dengan tegas melarang pedagang asong menjajakan barang dagangan di dalam rangkaian kereta api.

"Larangan itu berlaku, baik di rangkaian kereta api yang sedang berhenti di stasiun ataupun rangkaian kereta api yang sedang dalam perjalanan," jelasnya.

Sapto menambahkan, sebenarnya sosialisasi tentang aturan-aturan tersebut sudah dilakukan sejak lama kepada semua pedagang asong. "Namun pada perkembangannya pedagang masih belum mau menuruti aturan dimaksud," tukasnya. PIP/EKA


Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger