' Pembangunan Ruang Inap Lambat, Pasien Tempati Ruang IGD - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Pembangunan Ruang Inap Lambat, Pasien Tempati Ruang IGD

Pembangunan Ruang Inap Lambat, Pasien Tempati Ruang IGD

Written By Angga Harja S on Friday, January 18, 2013 | 7:00 AM


INDRAMAYU (LJ) - Minimnya sarana ruang inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Kabupaten Indramayu membuat sejumlah pasien harus dilakukan perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Bahkan, saat pasien membludak di rumah sakit milik pemerintah tersebut, mereka menempati ruang IGD sampai berhari-hari.

"Memang sudah tiga hari ini orang tua kami dilakukan perawatan di lorong IGD. Mau bagaimana lagi, wong disuruh disini, katanya ruangan penuh," ungkap Damiri, salah seorang pasien asal Kedungwungu kepada LINGKAR JABAR, kemarin.

Meski harus dirawat inap di Ruang IGD, Yusuf mengaku tak keberatan dengan kondisi seperti itu. Ia menyadari, kekurangan ruang inap di RSUD Indramayu tersebut tidak hanya dialami keluarganya.

"Kalau kami sih tidak apa-apa bila ruangan penuh, terus mau kemana lagi. Yang terpenting pelayanannya baik saja dan tidak membedakan pasien," ujarnya.

Senada dengan Wasda (45), pasien asal Desa Lamaran Tarung pun mengalami hal yang sama. Sebab, walaupun sudah 2 hari dirawat di RSUD Indramayu dengan menempati ruang IGD, pasien pemegang Jamkesmas ini mengaku pasrah.

"Apapun yang akan dilakukan tim medis trerhadap perwatan saya di rumah sakit ini, yang penting bisa cepat sembuh," paparnya

Dua pasien yang satu ruang di IGD itu berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu segera mengatasi persoalan ruang inap di rumah sakit ini. Kenapa, karena untuk memberikan kenyamanan serta pelayanan yang lebih baik lagi kepada para pasien.

"Bila ruangan inap memadai, kejadian pasien dilakukan perawatan di ruang dan lorong IGD tak akan lagi terjadi," paparnya.

Sementara, Direktur RSUD Indramayu, dr. Ahmad Rosdi melalui Wadir Pelayanan dr. H. Jaenal Arifin membenarkan jika saat ini keberadaan rumah sakitnya masih kekurangan ruang inap. Alasannya, karena sedang dalam proses pembangunan tambahan ruang inap disebelah. Sehingga, jika kondisi pasien membludak untuk mengantisipasinya memanfaatkan ruang IGD dengan batas waktu sementara.

"Walaupun perawatan pasien di lakukan di ruang tak lazim, seperti di ruangan inap pada umumnya, tapi kami menjamin pelayanan perawatan tetap diberikan secara maksimal," jelasnya.

Jaenal menambahkan, pihaknya akan memindahkan pasien yang ada di lorong ke ruangan inap, bila pasien yang ada di ruang perawatan sudah pulang. “Yang pasti bahwa pelayanan medis tetap tidak dibedakan, semuanya akan mendapatkan perawatan medis. Kami tidak boleh melarang pasien yang akan berobat. Jadi hari ini (kemarin,red) masih penuh,” tukasnya. (*111)IHS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger