' Pedagang Pasar Andir Bayongbong Tolak Pembangunan Pertokoan Modern - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Pedagang Pasar Andir Bayongbong Tolak Pembangunan Pertokoan Modern

Pedagang Pasar Andir Bayongbong Tolak Pembangunan Pertokoan Modern

Written By Angga Harja S on Thursday, January 10, 2013 | 7:00 AM


GARUT (LJ) -Sebanyak kurang lebih 730 pedagang Pasar Andir, di Desa Mulyasari Kec.Bayongbong, menolak keras pembangunan Pertokoan modern. Mereka menilai, pembangunan tersebut akan mematikan keberadaan pasar tradisional,khususnya yang berdekatan dengan pasar tersebut.
      
“ Kepada Instansi terkait,kami tekankan untuk tidak memberikan ijin terhadap pendirian pertokoan yang tengah dibangun ,serta mendesak segera menertibkan pendirian  pertokoan yang tidak mempunyai izin atau illegal,” ujar Ketua Ikatan Warga Pasar(IWAPA) Pasar Andir Bayongbong H.Atang pada LINGKAR JABAR di ruang kerjanya, Rabu (9/1).
   
Menurut H.Atang, pihaknya telah melayangkan surat penolakan pendirian pembangunan Pertokoan di lingkungan Pasar Andir baik pada DPRD Kabupaten Garut,Bagian Umum Setda Garut, maupun Dinas Tata Ruang dan Permukiman,Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu  beberapa bulan lalu,tapi hingga kini surat penolakan tersebut belum  ada tindak lanjutnya apalagi sampai peninjauan ke lapangan.
     
Pembangunan pertokoan tersebut kata H.Atang  diatas lahan  560 meter,dengan luas bangunan 230 meter, pemiliknya H.Pepen Sutendi penduduk Babakan Loa,Rt 03,Rw01 Desa Sukarasa Kec.Pangatikan.Dan pembangunan Ruko tersebut, baru rampung 10 toko.Pembangunan ruko tersebut diduga belum memiliki ijin dari Instansi terkait di Pemda Garut,tapi anehnya pembangunan bisa berlangsung.
   
“Kami menolak keras pembangunan pertokoan yang sangat dekat sekali (merapat) dengan Pasar Andir,jika  dilanjutkan kami  sudah sepakat tidak akan membayar  retribusi pada Pemkab Garut,sebab keberadaan pertokoan tersebut akan mematikan keberlangsungan usaha kami baca  pasar tradisional,”ungkap  Asep salah seorang pedagang pakaian yang di iyakan rekan-rekannya.
    
Sementara Ketua APPSI Komisariat Pasar Bayongbong Arif Syaripudin mengatakan,  jika pembangunan  Pertokoan terus dilanjutkan,sudah pasti akan jadi bom waktu, karena dikhawatirkan dapat mematikan usaha para pedagang tradsional. "Intinya, kami menolak pembangunan pertokoan modern dan tidak boleh dilanjutkan," tegasnya. 
    
“ Abdi teh karek lelengkah halu dagang teh,tiap poe oge sepi kurang pengunjung alias sepi maklum pasar di tingkat Kacamatan,katurug-turug aya nungabangun pertokoan,bisa-bisa bangkrut,intina ngawangun pertokoan kedah ditolak  (kami itu dalam berusaha baru tertatih-tatih,maklum pasar tradisional di tingkat Kecamatan,tiba-tiba ada pembangunan pertokoan modern,bisa-bisa kami bangkrut,intinya pembangunan pertokoan harus diberhentikan-Red),” tutur Dadang salah seorang pedagang Pasar Andir. 
     
Arif Syarifudin mengemukakan,pembangunan Pertokoan di lingkungan Pasar Andir Bayongbong itu harus diberhentikan dan tidak boleh diberi ijin oleh instansi terkait di Pemkab Garut,sebab melanggar Peraturan Bupati Garut Nomor 49 Tahun 2012 tentang Penetapan dan Pembinaan Pasar Tradisional,Pusat Perbelanjaan dan toko  modern sebagaimana tertulis dalam Pasal 10. Yang bunyinya Jarak pendirian mini market  atau  sejenisnya yang tergolong pertokoan modern berjarak kurang lebih 200 meter dari Pasar tradisional,sementara ini jaraknya adek( berdempetan).(JUL/BDN)

    

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger