' Orangtua Siswa Keluhkan Penjualan Buku LKS di Sekolah - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » , » Orangtua Siswa Keluhkan Penjualan Buku LKS di Sekolah

Orangtua Siswa Keluhkan Penjualan Buku LKS di Sekolah

Written By Angga Harja S on Friday, January 18, 2013 | 7:00 AM


BOGOR (LJ) - Sejumlah orangtua dari beberapa sekolah di Kota Bogor, Jawa Barat, mengeluhkan adanya penjualan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dilakukan oleh guru dan pihak sekolah, meski dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No 2 Tahun 2008 tentang Buku, dengan jelas disebutkan guru dilarang menjual buku kepada siswanya.

Salah satu orangtua siswa SDN di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, yang namanya tidak mau ditulis dikoran ini kepada LINGKAR JABAR mengatakan, selama ini memang tidak ada pemberitahun dari pihak sekolah tentang buku LKS, namun tiba-tiba, anaknya harus membeli buku LKS tersebut.

"Usai pulang sekolah, anak saya tiba-tiba menangis harus membeli buku LKS yang disuruh oleh gurunya. Jumlahnya ada delapan, terdiri dari buku paket sejumlah pelajaran. Lalu mau tidak mau, anak saya harus beli, karena teman sekolahnya sudah membelinya dengan jumlah harga buku yang sudah ditentukan oleh pihak guru atau pihak sekolah," ujar dia kepada LINGKAR JABAR, usai menjemput anaknya di Sekolah.

Ia menjelaskan, menyekolahkan dua anaknya di SD tersebut. Anaknya yang kelas tiga harus membayar buku LKS seharga Rp63.000,- dan anaknya yang kelas enam Rp63.000. "Saya kaget, masa harus membeli sih, kan sekolah itu telah disubsidi oleh pemerintah baik dari dana BOS maupun yang lainnya, kenapa sekolah itu harus menyuruh anak-anak membelinya?," kesalnya.

Meskipun keberatan dengan penjualan buku tersebut, ia terpaksa tetap membelinya, karena dia khawatir jika buku tersebut tidak dibelinya, anak akan mendapat tekanan dari pihak sekolah.

Selain itu, anak yang tidak membeli buku tersebut akan dipersulit. Anak di oper ke sana kemari saat akan mengikuti pelajaran dari buku itu, oleh gurunya. Lebih lanjut dia mengatakan, ada pula orangtua yang mengeluh dan tidak berani untuk mempertanyakan ke pada pihak sekolah. "Saya mempertanyakan, kepada pemerintah boleh tidaknya sekolah menjual buku?. Karena sepengetahuan saya, sekolah dilarang menjual buku," ucapnya.

Hal senada juga dikatakan, oleh orang tua lainnya, ia juga mengeluhkan beberapa kegiatan yang dilakukan oleh pihak sekolah tersebut, selalu harus mengeluarkan sejumlah uang yang harus dikeluarkan, demi anak tercintanya untuk menelan dunia pendidikan. Tambah dia, menurut aturan dari pemerintah, seorang guru pendidik atau pihak sekolah baik SD dan SMP tidak diperkenankan untuk menjual buku LKS. "Kok berani-beraninya ya, sekolah menjual buku. Yang namanya aturan ini harus ditegakkan," ujarnya.

Sementara itu, salah satu sekolah di Kecamatan Bogor Utara, yang telah menjual buku LKS secera terang-terangan kepada orang tua siswa. "Sekolah hannya menindak lanjuti saja. Karena buku LKS ini, telah diminta oleh para orang tua siswa," dalih, Sri Prihatin Ningsih Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Cimahpar 2 ketika ditemui dikantornya.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fetty Qondarsyah, ketika dikonfirmasi LINGKAR JABAR mengenai maraknya penjualan buku LKS di sekolah Kota Bogor mengatakan, pihaknya akan memanggil pihak sekolah untuk memberikan penjelasan terhadap keberadaan buku LKS tersebut, yang telah menjual oleh pihak sekolah. "Saya akan memanggil Kepsek yang telah berani menjual LKS secara diam-diam di sekolah," ungkapnya. ALI

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger