' Masyarakat Miskin Peserta Jamkesda di Cianjur Melonjak - Lingkar Jabar On-line
Headlines News :
Loading...
Home » » Masyarakat Miskin Peserta Jamkesda di Cianjur Melonjak

Masyarakat Miskin Peserta Jamkesda di Cianjur Melonjak

Written By Angga Harja S on Monday, January 7, 2013 | 7:00 AM


CIANJUR (LJ) - Masyarakat miskin peserta kartu jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) di Kabupaten Cianjur tahun 2013 dipastikan bertambah menjadi 325.185 jiwa atau bertambah sebanyak 200.000 jiwa dari tahun sebelumnya yang hanya 125.185 jiwa. Kepastian penambahan itu setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur melakukan evaluasi dan pendataan terbaru warga miskin.

Kepada wartawan baru-baru ini, SekretarisDinkes Kab.Cianjur, Niswan Purwenti, mengungkapkan, jumlah warga tambahan penerima Jamkesda di tahun 2013 tersebar di berbagai wilayah kecamatan. Namun dia belum bisa menyebutkan wilayah mana saja domisili warga penerima tersebut. "Penambahannya sebanyak 200.000 jiwa dari tahun sebelumnya sebanyak 125.185. Berarti tahun ini jumlah warga penerima Jamkesda sebanyak 312.185 jiwa," kata Niswan.

Niswan juga tak menampik, warga miskin yang belum mendapat jamkesmas dan jamkesda diprediksi masih banyak. Alasannya, karena hampir setiap tahun jumlah penduduk miskin trennya selalu meningkat. "Kita selalu lakukan pendataan untuk mengetahui jumlah warga miskin," ujarnya.

Menurut Niswan, untuk menanggulangi warga penerima Jamkesda dan Jamkesmas, diperlukan anggaran sedikitnya Rp25 miliar setiap tahunnya. Anggaran itu digunakan untuk membayar klaim ke sejumlah rumah sakit dan puskesmas yang menerima layanan Jamkesda dan Jamkesmas. "Ada beberapa rumah sakit yang menjadi rujukan untuk warga pengguna Jamkesda dan Jamkesmas. Diantaranya RS Hasan Sadikin Bandung dan RS Cipto Mangunkusomo Jakarta," jelasnya.

Dinkes Kabupaten Cianjur juga akan berupaya memberikan keringanan pembayaran sebesar 50 persen dari nilai total pengobatan bagi para warga miskin yang tercover layanan Jamkesda dan Jamkesmas. Namun hal tersebut harus berdasarkan surat keputusan (SK) Bupati. "Kita terus berupaya memberikan fasilitas bagi warga miskin yang tidak mempunyai layanan tunjangan kesehatan. Bagi mereka diberikan keringanan pembayaran sebesar 50 persen," imbuhnya.

Terkait hal itu, DPRD Kab.Cianjur mengharapkan, dengan bertambahnya kuota warga penerima kartu jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) harus dibarengi dengan ketersediaan anggaran. Artinya, penambahan jumlah kuota tersebut harus benar-benar dilakukan secara matang, tidak terkesan terburu-buru.

"Pada prinsipnya kami di DPRD mendukung penuh adanya penambahan kuota warga miskin penerima jamkesda. Namun penting diperhatikan adalah ketersediaannya anggaran sebagai klaim nanti ke rumah sakit. Jangan sampai terjadi lagi tunggakan yang pada akhirnya jadi menghambat proses pelayanan kesehatan bagi warga miskin," kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Cianjur, Atep Hermawan Permana. RUS/AGS
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Profil | Contact Us | Sitemap
Copyright © 2012. Lingkar Jabar On-line - All Rights Reserved
Web Development by Maiga Blog Service
Proudly powered by Blogger